Gresik, Bhirawa
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (FK UNESA) menggelar pelatihan pertolongan pertama dan kegawatdaruratan berbasis Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi santri SMP Miftahurrohman Benjeng, Gresik.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan santri dalam menghadapi situasi darurat medis yang dapat terjadi kapan saja di lingkungan pondok pesantren, sekolah, maupun masyarakat.
Kegiatan PKM ini dibimbing oleh dosen Fakultas Kedokteran UNESA, Nur Ilahi Anjani, S.Ked., M.Kes., dr. Abqariyatuzzahra Munasib, MPH dan dr. Hafshah Yasmina Abidah, M.Biomed. serta melibatkan mahasiswa Program Studi Kedokteran sebagai tim pelaksana.
Dalam pelatihan tersebut, para santri dibekali materi teori dan praktik langsung. Materi yang diberikan meliputi pengenalan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), penanganan luka, perdarahan, patah tulang, penanganan korban pingsan, teknik evakuasi darurat, serta praktik utama Bantuan Hidup Dasar (BHD) seperti penilaian kesadaran, panggilan bantuan, dan teknik kompresi jantung dan bantuan napas.
Ketua Tim PKM FK UNESA, Nur Ilahi Anjani, S.Ked., M.Kes. menjelaskan bahwa santri merupakan kelompok yang hidup secara komunal di asrama, sehingga risiko kejadian kegawatdaruratan cukup tinggi dan membutuhkan first responder dari lingkungan sendiri.
“Seringkali kejadian henti napas, pingsan, cedera saat olahraga, atau kecelakaan di pesantren terjadi jauh sebelum tenaga medis datang. Jika santri memiliki kemampuan BHD, maka kesempatan hidup korban akan jauh lebih besar. Kami ingin mencetak santri siaga yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga sigap dan peduli terhadap keselamatan jiwa sesama,” ujarnya.
Para santri SMP Miftahurrohman Benjeng tampak sangat antusias mengikuti simulasi. Mereka dilatih secara bergantian menggunakan manekin BHD untuk mempraktikkan pijat jantung luar yang benar sesuai standar.
Pimpinan Pondok Pesantren Miftahurrohman Benjeng mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dan memberikan bekal life skill yang sangat penting bagi santri. “Kami berterima kasih kepada FK UNESA. Ilmu ini sangat bermanfaat. Harapan kami, santri kami bisa menjadi pelopor kesehatan dan penyelamat di lingkungannya,” tuturnya.
Kegiatan PKM ini tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen FK UNESA dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Pelatihan ini secara langsung mendukung empat poin SDGs, yaitu:
1. SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)
Melalui peningkatan kapasitas santri dalam deteksi dini dan penanganan kegawatdaruratan medis. Ini sejalan dengan target 3.d SDGs yaitu memperkuat kapasitas untuk peringatan dini, pengurangan risiko, dan pengelolaan risiko kesehatan. Santri dilatih menjadi first responder untuk menyelamatkan nyawa.
2. SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Memberikan pendidikan kesehatan yang praktis, relevan, dan aplikatif di luar kurikulum formal. Santri memperoleh keterampilan hidup (life skills) tentang kesehatan yang tidak didapatkan di kelas, sesuai target 4.7 SDGs.
3. SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities)
Membangun komunitas pesantren yang tangguh, siaga bencana, dan siap menghadapi kondisi darurat. Pesantren sebagai komunitas pemukiman padat perlu memiliki sistem kesiapsiagaan yang baik.
4. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnership for the Goals)
Terwujudnya kemitraan strategis antara perguruan tinggi (UNESA) dengan lembaga pendidikan berbasis pesantren (SMP Miftahurrohman Benjeng) dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan tanggap darurat.
Melalui kegiatan ini, FK UNESA berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang sehat, siaga, dan berdaya saing, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal hingga global. wwn*


