Kab. Probolinggo, Bhirawa – Anggapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang sulit masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran di tingkat SMP. Guru didorong mencari pendekatan yang lebih menarik, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Upaya tersebut menjadi salah satu materi dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan kompetensi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Kraksaan, Kamis (29/10/2026). Kegiatan itu diikuti guru Bahasa Inggris dari SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Like Lidyawati, mengatakan guru perlu mengembangkan metode pembelajaran yang dapat membangun ketertarikan siswa. Menurutnya, pembelajaran Bahasa Inggris tidak cukup hanya dilakukan dengan menyampaikan materi di dalam kelas.
“Guru perlu menghadirkan pendekatan pembelajaran yang mampu membangun ketertarikan siswa, bukan sekadar menyampaikan materi di dalam kelas,” ujarnya.
Like berharap kreativitas guru dapat mengubah pandangan siswa terhadap mata pelajaran tersebut. Bahasa Inggris yang selama ini dianggap sulit diharapkan bisa dipelajari dengan suasana lebih menyenangkan.
“Bahasa Inggris yang selama ini mungkin menjadi kesulitan dan momok bagi anak-anak, harus bisa disajikan dengan cara yang lebih menyenangkan,” katanya.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam kegiatan MGMP tersebut adalah penggunaan AI untuk mendukung pembelajaran. Empat akademisi dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA), yakni Siti Mafulah, Agus Sholeh, Teguh Sulistyo, dan Umi Tursisni, memberikan materi mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Pemanfaatan teknologi itu diarahkan untuk mendorong proses belajar yang lebih interaktif dan inovatif. Namun, pengembangan metode pembelajaran tetap membutuhkan kreativitas dan kemampuan guru dalam menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta didik.
Selain membahas peningkatan kompetensi, forum MGMP juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan antarguru. Disdikdaya mengajak guru Bahasa Inggris dari 74 SMP negeri serta sekolah swasta di Kabupaten Probolinggo untuk aktif dalam komunitas tersebut.
Like menilai keterlibatan lebih banyak guru diperlukan agar pertukaran gagasan dan koordinasi pengembangan pembelajaran dapat berjalan lebih luas.
“Kami mengajak guru-guru Bahasa Inggris, baik dari sekolah negeri maupun swasta, untuk bergabung dalam MGMP. Mari saling berkoordinasi dan bersinergi membangun komitmen bersama agar komunitas belajar ini semakin aktif,” tegasnya.
Dalam pertemuan itu, peserta juga melakukan pemutakhiran data keanggotaan dan menyusun rencana kegiatan MGMP berikutnya. Penguatan kompetensi guru Bahasa Inggris tersebut juga dikaitkan dengan pelaksanaan program International Class Program (ICP) yang memasuki tahun kedua di Kabupaten Probolinggo. [fir.kt]


