32.3 C
Sidoarjo
Sunday, November 1, 2026
spot_img

Batu Art Flower Carnival 2026 Angkat Budaya dan Kearifan Lokal Lewat Kreasi Bunga

Kota Batu, Bhirawa – Sebagai daerah penghasil bunga hias, Pemkot Batu menyediakan kegiatan yang mengangkat potensi dan kearifan lokal tersebut. Sabtu (21/10/2026), mereka menggelar Batu Art Flowers Carnival  (BAFC) di Jl Panglima Sudirman dengan fokus panggung kehormatan di depan Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Batu.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadisparta) Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan BAFC kali ini diikuti oleh sekitar 38 kontingen. Kontingen tersebut mencakup street percussion, unsur Pemerintah Kota Batu, mitra perbankan, kontingen dari kecamatan, serta peserta dari sektor pariwisata seperti, Baloga, Mikutopia, PT Selecta, Santera de Laponte, Kaliwatu Group, dan Proflorist Batu.

​”Ketentuannya, secara teknis peserta per kontingen terdiri dari minimal 20 orang dan maksimal 50 orang untuk penampil serta kru lapangan. Adapun mobil hias yang digunakan maksimal 2 unit kendaraan per peserta,” ujar Onny, Sabtu (31/10/2026).

​Ia menjelaskan bahwa ada yang membedakan BAFC tahun ini dengan gelaran sebelumnya. Konsep partisipasi peserta tahun ini ditegaskan bersifat tidak dilombakan. Karena kegiatan fokus pada kolaborasi, ekspresi seni, dan pawai bersama. 

​Selain itu gelar BAFC kali ini memberikan penekanan kuat pada narasi tematik lokal yang terbagi secara terstruktur. Di antaranya pengangkatan legenda dan cerita rakyat spesifik atau folklore legend seperti, Putri Gunung Banyak dan Sungai Brantas. Kegiatan kali ini juga mengangkat budaya gotong royong khas Kota Batu.

Berita Terkait :  Pjs Bupati Mojokerto Minta156 Guru Penggerak Implementasikan Program Nyata

Pemkot Batu sengaja mengangkat tema  “Harmoni Sinergi Semesta”. Karena Pemkot ingin merefleksikan visi besar yang memaknai bunga bukan sekadar sebagai dekorasi, melainkan sebagai bahasa seni, identitas resmi Kota Batu, kekuatan budaya, dan simbol kehidupan yang menyatukan manusia dengan alam.

​Melalui perpaduan bunga, seni, budaya, alam, musik, gerak, teknologi, dan kreativitas diharapkan BAFC bisa menghadirkan sebuah spektakel yang tumbuh dari kekayaan lokal Kota Batu. Kemudian kegiatan dijabarkan melalui tiga pilar konsep yaitu, Folklore Legend, Blooming Beyond Imagination (Floral Fantasy), dan Intangible Cultural Heritage.

Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan bahwa penyelanggaran BAFC merupakan bagian daei rangkaian perayaan HUT ke-25 Kota Batu. “Pagi ini kami bisa bertemu bersilaturahmi menyaksikan Batu Art Flower Carnival. Kami berterima kasih pada petani, seniman budayawan yang merangkai bunga menjadi sesuatu yang kreatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan bunga di Kota Batu merupakan potensi florikultura dan penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu melalui momentum ini menjadi sajian khas maayarakat sekaligus menjadi daya tarik wisatawan. “Kami mengedepankan kolaborasi masyarakat dunia usaha seniman dan budayawan merangkai harmoni sinergi semesta,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni bahwa BAFC 2026 ini terlaksana tertib waktu dan tertib kebersihan. Karena dalam pelaksanaannga tidak sampai overtime hingga malam hari.

“Untuk kebersihan, sebelum kontingen berjalan petugas kebersihan sudah mengantisipasi awal dengan memberikan respek kepada seluruh pedagang sepanjang jalur karnaval. Dan itu bisa mengurangi volume sampah dan beban sampah yang berserakan,” ujar Fachroni.

Berita Terkait :  Pemkab Bondowoso dan BPJS Ketenagakerjaan Tandatangani MoU

Diharapkan pola ini dapat berjalan lebih baik kedepannya. Yaitu, mengantisipasi kantong-kantong sampah pada tempat-tempat yang cukup rawan terutama di para pedagang kaki lima yang insidentil di event-event Kota Batu.

Diketahui, jumlah petugas penyapu jalan pada BAFC ada 57 orang. Adapun yang bertugas di ruas-ruas jalan protokol perbatasan dengan BAFC kali ini sekitar 40 orang. “Kami lihat untuk volume sampah kali ini tidak cukup banyak kemungkinan 1 dumptruck tidak sampai penuh,” tambah Fachroni.

Khusus sampah yang disapu oleh petugas penyapu jalan langsung ditempatkan ditengah jalan, dan kemudian diambil oleh mobil penyapu sampah atau secara umum dikenal sebagai road sweeper. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!