Warga binaan Lapas Probolinggo mengikuti pembinaan membaca Al-Qur’an dan seni hadrah, Sabtu (31/10).
Kota Probolinggo, Bhirawa. – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Probolinggo mengintensifkan pembinaan kerohanian bagi warga binaan melalui kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan seni hadrah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian untuk meningkatkan pemahaman agama sekaligus mengembangkan potensi warga binaan.
Pembinaan TPQ dilaksanakan dengan melibatkan sejumlah ustaz dari Kementerian Agama (Kemenag). Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan bimbingan membaca dan menulis Al-Qur’an, mulai dari mengenal huruf hijaiyah hingga membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan benar.
Selain pembelajaran Al-Qur’an, warga binaan juga mengikuti pembinaan hadrah. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan seni Islami melalui permainan alat musik dan lantunan selawat.
Kepala Lapas Probolinggo, Muhammad Bayu, mengatakan pembinaan keagamaan tersebut diarahkan untuk mendukung perkembangan spiritual dan pembentukan karakter warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Kami berharap melalui pembinaan TPQ ini, warga binaan dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an, memperkuat keimanan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya, Sabtu (31/10).

Menurut Bayu, kegiatan hadrah juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyalurkan minat dan bakat melalui aktivitas positif. Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut turut melatih kedisiplinan dan kebersamaan ant warga binaan.
Melalui pembinaan tersebut, Lapas Probolinggo berupaya memberikan bekal keagamaan dan keterampilan bagi warga binaan agar dapat menjadi bagian dari proses perbaikan diri, termasuk ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. [fir.hel].




