28.3 C
Sidoarjo
Saturday, October 31, 2026
spot_img

Menjaga Benteng Terakhir Berita: Cerita Ferdiansyah Surya, Mahasiswa UNTAG Surabaya yang Magang Jadi Editor Harian Bhirawa


Surabaya, Bhirawa – Jika reporter dan kameramen adalah mata dan telinga di garis depan lapangan, maka meja redaksi adalah jantung yang mengolah seluruh fakta visual dan teks menjadi sajian berita yang berbobot. Berita yang berkualitas tidak lahir begitu saja di lapangan, melainkan ditempa, disaring, dan disempurnakan melalui ketelitian para kru redaksi.

Peran krusial di balik layar itulah yang dilakoni oleh Ferdiansyah Surya, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang saat ini sedang mengasah kemampuannya melalui program magang sebagai Editor dan Kru Redaksi di Harian Bhirawa.

Saat berbincang di tengah kesibukannya memantau alur naskah di Content Management System (CMS) redaksi, mahasiswa Ilmu Komunikasi ini menegaskan bahwa tugas editor bukan sekadar membenahi tata bahasa, melainkan menjaga integritas pers dan ketajaman sudut pandang (angle) berita.

“Mengemban peran di balik layar meja redaksi memberi saya perspektif baru. Tugas utama kami adalah menjaga akurasi fakta, menyelaraskan bahasa sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), serta memastikan setiap artikel memiliki dampak bagi publik pembaca sebelum diunggah (publish),” ungkap Ferdiansyah.

Mengolah Empat Narasi Besar Surabaya
Selama proses magangnya, Ferdiansyah bertanggung jawab menyunting dan mengemas draf berita dari empat penugasan besar tim lapangan Harian Bhirawa. Salah satu tantangan awalnya adalah saat mengolah naskah Edu Expo 9 Galaxy Mall.

Berita Terkait :  Modernisasi Keamanan RW 11 Pegirian: Warga Beralih dari Kentongan ke Sistem Sirine Terpadu

Di meja redaksi, laporan awal dari pameran sekolah swasta Indonesia tersebut rentan terjebak pada bahasa iklan (press release tone). “Di sinilah peran editor diuji. Saya menyunting naskah agar bebas dari bahasa promosi, serta menajamkan sudut pandang pada aspek perkembangan kurikulum dan aksesibilitas pendidikan swasta bagi warga Surabaya,” terangnya.

Pendekatan berbeda ia terapkan saat menerima bahan liputan Pagelaran Wayang Kulit di Kampus UNTAG Surabaya yang masuk menjelang larut malam. Ferdiansyah bertugas menyelaraskan gaya penulisan feature agar keanggunan seni wayang dan komitmen pelestarian budaya oleh civitas akademika UNTAG tersampaikan secara emosional, sembari berkoordinasi dengan editor foto untuk memilih visual panggung yang paling pas.

Tantangan verifikasi data (fact-checking) ia rasakan saat memproses naskah Surabaya Food Festival. Mengingat reporter membawa banyak data angka penjualan dan nama pelaku UMKM, Ferdiansyah memastikan seluruh identitas narasumber dan data ekonomi terverifikasi dengan presisi agar berita kuliner tetap bernilai jurnalistik tinggi.

Sementara pada liputan Pesta Rakyat Karnaval Wage, tumpukan materi wawancara grassroots dan puluhan foto aksi jalanan dirangkumnya menjadi satu tulisan harian yang padat. “Saya memotong bagian yang berulang (redundant), menyusun ritme cerita, dan merumuskan judul (headline) yang memikat namun tetap objektif tanpa terjebak pada narasi umpan klik (clickbait),” tambah mahasiswa UNTAG tersebut.

Penjaga Benteng Akhir Sebelum Upload/Publish
Bagi Ferdiansyah, kejar-kejaran dengan tenggat waktu penerbitan (publishing deadline) adalah makanan sehari-hari di ruang redaksi. Sebelum artikel dipublikasikan ke platform media siber Harian Bhirawa, ia bersama tim redaktur senior melakukan pengecekan akhir (final proofreading).

Berita Terkait :  Bupati Gresik MoU dengan Sprix Inc Tingkatkan Kualitas Sektor Pendidikan

“Memastikan tidak ada kesalahan nama, hyperlink, posisi foto, maupun tata letak paragraf pada CMS redaksi adalah bentuk tanggung jawab tertinggi kami kepada publik pembaca,” tegasnya.

Pengalaman magang ini mempertegas pemahaman Ferdiansyah bahwa pekerjaan jurnalistik adalah sebuah kerja kolaboratif yang utuh. Ia berharap pengalaman berharga di meja redaksi Harian Bhirawa ini menjadi bekal kuat baginya dan rekan-rekan mahasiswa UNTAG Surabaya untuk siap terjun menjadi insan pers profesional di masa depan. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!