Kadispora Jatim, M Hadi Wawan Guntoro saat menyerahkan medali dan piagam bagi para juara renang Popda XV Jatim 2026. dok dispora jatim
Surabaya, Bhirawa
Masukin hari kedua, persaingan meraih juara umum di cabang olahraga renang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jatim semakin ketat. Kondisi ini membuktikan pembinaan renang di daerah berjalan sangat baik.
Pada lomba renang yang digelar di Kolam Renang Dispora Jatim, Sabtu (31/10), Bangkalan masih bertengger di posisi pertama perolehan sementara medali dengan merebut 6 emas, 3 perunggu. Di tempat kedua Kota Mojokerto meraih 5 emas.
Kemudian Gresik di peringkat ketiga dengan 3 emas, 5 perak, 6 perunggu, disusul Sidoarjo 2 emas, 9 perak dan 4 perunggu. Juara umum renang bakaln ditentukan di Hari Minggu (1/11) atau hari terakhir penyelenggaraan renang.
Melihat ketatnya persaingan di kolam renang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jatim, M. Hadi Wawan Guntoro, mengatakan kalau pembinaan renang khususnya dikalangan pelajar berjalan cukup bagus.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme kabupaten dan kota dalam mengutus kontingen terbaiknya untuk berlomba di multi event paling bergengsi bagi pelajar Jatim itu. . “Kami melihat beberapa daerah mendominasi sejak hari pertama hingga kedua, seperti Bangkalan. Ini menunjukkan pembinaan atlet usia dini dan dukungan daerah mulai membuahkan hasil,” ujar Hadi Wawan, Sabtu (31/10).
Ia juga mengatakan, Popda XV tidak lagi sekadar menjadi ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Lebih dari itu, kejuaraan multi-event ini diproyeksikan sebagai wadah pembinaan atlet secara berkelanjutan. Guna memperluas ruang kontribusi, Dispora Jatim sengaja menambah jumlah cabor yang dipertandingkan dibanding edisi sebelumnya.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Timur yang menekankan pentingnya penguatan basis atlet sejak usia dini. Kebijakan tersebut diterjemahkan Dispora Jatim melalui penyediaan sarana kompetisi yang berjenjang, mulai dari single event seperti Kejuaraan Piala Gubernur hingga agenda multi-event daerah.
“Pelajar adalah investasi masa depan Jawa Timur. Kami mendorong seluruh dispora kabupaten/kota, Pengcab, Pengprov cabor, hingga KONI untuk duduk bersama memetakan potensi keunggulan olahraga di daerah masing-masing demi menyusun peta jalan pembinaan jangka panjang,” katanya. wwn




