35.8 C
Sidoarjo
Saturday, October 31, 2026
spot_img

Biro Adpim Jatim Raih Apresiasi sebagai Mitra Strategis Literasi Digital Santri dan Pesantren

Penganugrahan Biro Adpim Jatim sebagai Mitra Strategis Penguatan Literasi Digital Santri dan Pesantren Berkelanjutan. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Halaqah Santri Digital Jawa Timur Tahun 2026 di Ballroom Hotel Azana Style Jombang, Kamis (29/10) malam.

Surabaya, Bhirawa
Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur (Biro Adpim Jatim) menerima apresiasi dari Jawa Pos Radar Jombang sebagai Mitra Strategis Penguatan Literasi Digital Santri dan Pesantren Berkelanjutan. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Halaqah Santri Digital Jawa Timur Tahun 2026 di Ballroom Hotel Azana Style Jombang, Kamis (29/10) malam.

Apresiasi diserahkan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Jombang, M. Nur Kholis, kepada Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi Biro Adpim Jatim dalam mendukung penyelenggaraan Halaqah Santri Digital yang kini telah memasuki tahun kedua.

Menurut keterangan dalam siaran pers, penghargaan tersebut juga menegaskan komitmen untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas santri, mendorong literasi digital yang bertanggung jawab, serta menjaga budaya pesantren yang aman dan bermartabat.

Pulung Chausar menyampaikan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Jombang atas penghargaan yang diberikan kepada Biro Adpim Jatim. Ia menilai apresiasi tersebut sebagai dorongan untuk terus menjaga kualitas dan kesinambungan kemitraan dengan media serta komunitas pesantren.

Berita Terkait :  Wamenaker: Hadirnya Kereta Cepat Ciptakan Kompetensi Tenaga Kerja Melalui Transfer Teknologi

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Jombang atas apresiasi kepada Biro Adpim Jatim sebagai ‘Mitra Strategis Penguatan Literasi Digital Santri dan Pesantren Berkelanjutan’,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan kolaborasi pentahelix merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kapasitas santri. Melalui kegiatan yang berkelanjutan, proses belajar diharapkan terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi komunitas pesantren.

“Apresiasi ini kami terima sebagai penguat tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan kolaborasi pentahelix dan kemitraan lintas sektor,” tegas Pulung.

Halaqah Santri Digital menjadi ruang belajar bersama untuk membekali santri menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi. Santri diarahkan agar mampu memanfaatkan ruang digital secara produktif, cermat, dan bertanggung jawab tanpa meninggalkan nilai serta adab pesantren.

Dalam siaran pers tersebut, literasi digital dipahami bukan hanya sebagai kemampuan menggunakan teknologi, melainkan juga kemampuan memahami informasi, memeriksa kebenarannya, dan mempertimbangkan dampaknya sebelum membagikan pesan. Kecakapan ini penting untuk mendukung komunikasi yang saling menghormati serta menjaga martabat setiap individu.

Bagi pesantren, pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mendukung pembelajaran, memperluas jangkauan dakwah, dan menghadirkan karya serta informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Namun, pengembangan kemampuan digital tetap perlu diiringi perhatian terhadap keamanan, privasi, dan etika berkomunikasi.

Pulung memaparkan bahwa penguatan ekosistem pesantren perlu mengutamakan keselamatan dan martabat santri melalui disiplin yang mendidik. Nilai adab juga harus diwujudkan dalam tata kelola pesantren agar lingkungan belajar tetap kondusif.

Berita Terkait :  Pemkab Mojokerto Gelontorkan Dana Hibah Rp27 M untuk Rumah Ibadah

Ia juga menekankan pentingnya membangun literasi digital yang beradab dan bertanggung jawab untuk mencegah perundungan digital. Selain itu, kolaborasi lintas sektor serta evaluasi berkala menjadi kunci untuk memastikan program berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

Komitmen menjadikan Halaqah Santri Digital sebagai agenda tahunan dipandang sebagai landasan untuk menjaga kesinambungan upaya tersebut. Kemitraan antara Biro Adpim Jatim, Jawa Pos Radar Jombang, serta komunitas santri dan pesantren diharapkan terus memperkuat ruang belajar yang sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung penguatan literasi digital bagi para santri agar mampu memanfaatkannya secara cerdas, aman, dan produktif demi kemajuan serta pembangunan kesalehan sosial di Jawa Timur,” lanjut Pulung.

Ia menekankan bahwa apresiasi tersebut juga merupakan pengakuan atas kerja sama seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan. Keterlibatan aktif santri dan pesantren dinilai menjadi unsur penting dalam membangun proses pembelajaran yang saling menguatkan.

“Alhamdulillah, keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kontribusi banyak pihak, terutama komunitas santri, pesantren, dan media yang bersedia saling bertukar pikiran serta bekerja bersama,” pungkasnya.

Melalui sinergi dalam Halaqah Santri Digital 2026, Pulung berharap para santri memiliki kecakapan digital yang bertanggung jawab. Ia juga berharap pesantren dapat terus menjadi ruang tumbuh yang aman, penuh kasih sayang, dan menjunjung tinggi martabat santri. aya. wwn

Berita Terkait :  Danrem Pimpin Upacara 17-an, Tekankan Disiplin dan Soliditas Prajurit

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!