Surabaya, Bhirawa – Universitas Surabaya (Ubaya) memberikan beasiswa kepada 4.067 mahasiswa dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kampus Ubaya Tenggilis. Kegiatan yang mengusung semangat kebangsaan tersebut juga diwarnai defile prestasi mahasiswa tingkat nasional dan internasional, pelantikan 238 pengurus organisasi mahasiswa (ormawa), serta peragaan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, Rabu (28/10).
Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto, mengatakan kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari perkembangan teknologi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter luhur.
“Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati, sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Lanjut Benny menjelaskan total 4.067 mahasiswa penerima beasiswa, sebanyak 3.499 mahasiswa menerima beasiswa dengan pendanaan murni dari Ubaya, 458 mahasiswa memperoleh beasiswa dari pemerintah, sedangkan 110 mahasiswa lainnya menerima beasiswa dari partisipasi masyarakat, kesempatan yang sama, Ubaya juga melantik 238 mahasiswa sebagai pengurus ormawa yang diwakili ketua masing-masing organisasi.
“Kemampuan mahasiswa menyeimbangkan kegiatan perkuliahan dengan persiapan mengikuti kompetisi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter di lingkungan kampus, prestasi akademik dan penghargaan yang diraih mahasiswa harus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Benny mengukapkan civitas academica Ubaya yang senantiasa menjunjung tinggi kualitas dan kepedulian, Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa IPK tinggi dan deretan piagam penghargaan kokurikuler merupakan alat, bukan tujuan akhir, tujuan akhirnya ialah bagaimana setiap torehan prestasi tersebut mampu menerangi jalan dan berdampak bagi kemajuan masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan defile mahasiswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik, penelitian, olahraga, seni, hingga kompetisi tingkat internasional. Sejumlah mahasiswa menampilkan prestasi yang diraih melalui berbagai kompetisi, sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri.
Sejumlah prestasi mahasiswa Ubaya yang ditampilkan dalam defile meliputi bidang inovasi, akademik, olahraga, seni, dan kompetisi ilmiah. Tim pengembang parfum dari limbah buah Dauroma meraih juara harapan I KMI Expo 2026, sedangkan Jordy Santosa memperoleh medali perak Onmipa-PT Nasional 2026 bidang Kimia. Jordy bersama Zensky Feriadi dan Maureen Livitasari Dewi juga meraih juara II Brinathon 2026.
Di bidang olahraga, tim basket putri Ubaya meraih juara I Campus League Nasional 2026 dan runner-up Cheng Hoo Cup 2026. Mahasiswa lainnya menorehkan prestasi dalam kejuaraan wushu, karate, pencak silat, jujitsu, renang, dan bridge tingkat nasional hingga internasional. Sementara itu, di bidang seni dan kreativitas, Daven Edberto Budiawan meraih juara I Peksimida Jawa Timur 2026 dan juara III Peksiminas cabang desain media kampanye sosial. Tim paduan suara Ubaya juga meraih medali perak Pesparawi 2026.
Prestasi lainnya meliputi kompetisi esai, debat, penulisan paper, fotografi, dan videografi. Capaian tersebut menjadi bagian dari apresiasi Ubaya terhadap kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi dan mengharumkan nama perguruan tinggi di berbagai ajang.
Sementara itu, kegiatan ditutup dengan Ubaya Fashion Culture (UFC), yakni peragaan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia yang dibawakan mahasiswa perwakilan setiap fakultas. Kegiatan tersebut menjadi wujud penghargaan terhadap keberagaman budaya sekaligus penguatan nilai multikulturalisme yang menjadi bagian dari identitas Ubaya. [ren.wwn]




