Syahri Mulyo saat keluar dari Lapas Kelas IIB Tulungagung, Selasa (2710).
Tulungagung, Bhirawa. – Mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo enggan berkomentar banyak terkait kebebasan bersyarat yang diterimanya. Ia hanya menyapa dan tersenyum pada wartawan saat berjalan keluar dari lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung, Selasa (27/10).
Syahri Mulyo kemudian meminta wartawan untuk wawancara di rumahnya saja begitu masuk ke mobil yang akan membawanya ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung dan Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kediri.
Saat wartawan kembali menemuinya di Kantor Kejari Tulungagung, Syahri Mulyo yang saat itu mengenakan baju batik dipadu celana hitam dan bertopi hitam kembali menolak untuk diwawancarai.
“Nanti saja. Belum bisa komentar. Sampean kan Tulungagung, saya juga Tulungagung, nanti bisa main-main ke rumah,” paparnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Tulungagung, Rizzal Arbi, menyatakan mantan anggota DPRD Jatim ini memang diharuskan untuk lapor ke Kejari Tulungagung setelah dinyatakan bebas bersyarat. Selain juga dilakukan serah terima di Bapas Kediri.
Syahri Mulyo telah menjani masa hukuman selama 8 tahun 4 bulan di Lapas Tulungagung akibat kasus tindak pidana korupsi. Rencananya, ia akan bebas murni pada bulan Juni tahun 2028 mendatang.
Kasi Intelijen Kejari Tulungagung, Roni, menyebut Syahri Mulyo akan diwajibkan melapor setiap bulan sekali di Kantor Kejari Tulungagung saat menjalani bebas bersyarat.
“Lapornya setiap tanggal 27. Itu akan berlangsung sampai 10 Juni 2028,” bebernya.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menanggapi Syahri Mulyo bebas bersyarat menyatakan rasa syukurnya.
‘Alhamdulilah. Pak Syahri juga pernah memimpin Kabupaten Tulungagung. Beliau adalah putra kabupaten yang terbaik, meski kemarin ada permasalahan,” katanya.
Plt Bupati Baharudin berencana akan melakukan komunikasi dengan Syahri Mulyo. Utamanya, untuk menyerap ide-ide terbaik dan cemerlang dalam membangun Tulungagung.
“Nanti kita ajak diskusi,” tutupnya. (wed.hel)




