Situbondo, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, meraih penghargaan dari tvOne atas inovasi pembelajaran digital melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah. Penghargaan tersebut diberikan di Gedung Rasuna Epicentrum, Jakarta, Senin (26/10/2026) malam.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan penghargaan itu merupakan apresiasi atas upaya pemerintah daerah bersama tenaga pendidik dalam mengembangkan inovasi pendidikan berbasis teknologi.
“Terima kasih untuk tvOne sudah memberikan penghargaan ini untuk Kabupaten Situbondo. Ini untuk seluruh warga Situbondo yang kita cintai,” kata Mas Rio, panggilan karibnya.
Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai program yang dijalankan selama hampir dua tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ulfiyah.
“Kita terus terang sangat surprise dengan program yang kita buat ini mendapat perhatian khusus dari Jakarta hingga diapresiasi,” ujarnya.
Pemanfaatan PID merupakan bagian dari upaya mempercepat digitalisasi pendidikan, dengan papan layar interaktif berukuran besar yang dapat digunakan guru untuk menyampaikan materi dan menjalankan berbagai aktivitas pembelajaran digital.
Diketahui, dalam pelaksanaannya, Pemkab Situbondo bekerja sama dengan duta teknologi, pengawas sekolah, kelompok kerja kepala sekolah (K3S), serta para guru untuk merancang metode pembelajaran menggunakan perangkat tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, Sopan Efendi, menjelaskan hingga saat ini sebanyak 648 unit PID telah dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan di Situbondo.
Para guru juga didorong membuat konten dan mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif agar kegiatan belajar di kelas lebih menarik dan interaktif.
“Makanya kita minta guru-guru berinovasi di situ, menciptakan tempat yang digunakan untuk pembelajaran dan melakukan berbagai macam aktivitas siswa. Dari sisi guru, dituntut untuk inovatif dan kreatif,” kata Sopan.
Selain mengoptimalkan penggunaan PID, lanjut Sopan, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kompetensi guru dalam bidang digitalisasi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah program target 5.000 praktik baik pembelajaran digital. Program itu diharapkan menjadi sarana berbagi praktik pembelajaran sekaligus memperluas penerapan teknologi digital di lingkungan pendidikan.
Sopan menambahkan penyediaan fasilitas teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran. Menurut dia, pemanfaatan perangkat digital tidak akan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan metode pembelajaran secara kreatif.
“Harapannya, kita tidak hanya meningkatkan penyediaannya, tetapi setelah itu kapasitas belajar juga semakin meningkat. Dengan kata lain bukan hanya dari literatur nya, tapi juga dari SDM-nya, terutama para guru,” pungkasnya. [awi.kt]




