Wisuda Akbar III Tahfidz Al_Qur’an An-Janah
Kabupaten Madiun, Bhirawa – Bupati Madiun menyampaikan bahwa keberhasilan menghafal Al-Qur’an membutuhkan perjuangan, kedisiplinan, kesabaran, serta dukungan dan doa dari orang tua maupun para guru. Menurutnya, pondok pesantren (Ponpes) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi.
“Menjadi hafidh bukanlah perkara mudah. Di balik keberhasilan ini terdapat perjuangan, kedisiplinan, kesabaran, serta doa dan pengorbanan baik orang tua maupun wali, guru, dan pemimpin,”kata Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, SH MAk saat menghadiri Wisuda Akbar III Program Syariah Capital Market Tahfidz An-Najah Tahun Ajaran 2025-2026 di Hotel Mercure, Sabtu (24/10).
Bupati Madiun juga mengapresiasi Pondok Pesantren Syariah Capital Market Tahfidz An-Najah yang memadukan pendidikan tahfidz, pembentukan akhlak, dan ekonomi syariah. Pemerintah Kabupaten Madiun, lanjutnya, berkomitmen mendukung pendidikan pesantren serta memperkuat sinergi agar potensi yang dimiliki lembaga pendidikan tersebut dapat berkembang hingga tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap sinergitas antara pondok pesantren dan Pemerintah Kabupaten Madiun terus kita lakukan. Khususnya para hafidz dan hafidzah di Kabupaten Madiun, karena jumlahnya hampir 1.000 lebih. Harapan kami, dengan para huffazh dan hafidzah ini, Kabupaten Madiun tetap aman dan kondusif,” tuturnya.
Ketua Pelaksana Wisuda Akbar III, Muhammad Tegar Rifa’i, dalam laporannya mengatakan jumlah santri Program Syariah Capital Market Tahfidz An-Najah bersama An-Najah Academy sejak awal berdiri mencapai 1.221 orang.
Pada periode ini, seluruh peserta program karantina yang mengikuti penyelesaian setoran hafalan 30 juz berhasil menuntaskan program dengan persentase 100 persen. Para santri juga mengikuti imtihan dan munaqosah sebagai bagian dari ujian sertifikasi hafalan Al-Qur’an.
Acara yang dihadiri Perwakilan Kementerian Agama, Forkopimcam dan orang tua santri ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perjuangan para santri dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus mendorong lahirnya generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu dan mampu menghadapi tantangan zaman. [dar.wwn]




