28.2 C
Sidoarjo
Saturday, October 24, 2026
spot_img

Karya Seni, Bukan Karya AI, SMKN 1 Bojonegoro Pamerkan Kreativitas Siswa dan Alumni


Bojonegoro, Bhirawa – SMK Negeri 1 Bojonegoro memamerkan beragam karya kreatif siswa dan alumni Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) di Alun-Alun Bojonegoro, Sabtu (24/10/2026). Keikutsertaan dalam pameran cipta karya siswa dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 tersebut mengusung tema “Karya Seni, Bukan Karya AI” dengan tagline “Optimalkan Kecerdasan Pemberian Tuhan, Bukan Bergantung pada Kecerdasan Buatan”.

Melalui tema tersebut, SMKN 1 Bojonegoro mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kemampuan berpikir mandiri di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dalam pameran tersebut, sekolah menampilkan sejumlah karya unggulan, meliputi komik manual, totebag dengan lukisan tangan, karya nirmana, serta kaus bergambar sampul komik yang dicetak menggunakan teknik Direct to Film (DTF). Selain memamerkan hasil karya, siswa juga menunjukkan keterampilan mereka melalui demonstrasi melukis totebag, menggambar sketsa wajah, serta penampilan cosplay karakter anime dan komik.

Komik manual karya siswa kelas XI menjadi salah satu bentuk kreativitas yang ditampilkan. Proses pembuatannya membutuhkan keterampilan menggambar, mengembangkan karakter, menyusun alur cerita, serta memadukan ilustrasi dan narasi. Melalui media tersebut, siswa menuangkan ide dan imajinasi ke dalam cerita visual yang menarik sekaligus komunikatif.

Karya lainnya berupa totebag lukis manual yang dibuat oleh siswa kelas X, XI, XII, dan alumni DKV. Pemanfaatan totebag sebagai media lukis menunjukkan bahwa seni dapat diterapkan pada benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain memiliki fungsi praktis, produk tersebut juga menawarkan nilai estetis dan ciri khas visual hasil kreativitas pembuatnya.

Berita Terkait :  Mahasiswa Unesa Asal Tuban Lolos Dangdut Academy 8

Sementara itu, karya nirmana yang ditampilkan siswa kelas X memperlihatkan pengolahan unsur dasar seni rupa, seperti garis, bidang, bentuk, warna, dan komposisi. Karya ini merupakan bagian dari pembelajaran dasar desain yang melatih siswa memahami prinsip penyusunan elemen visual agar menghasilkan komposisi yang harmonis dan menarik.

Penerapan desain pada produk fesyen turut diperlihatkan melalui kaus bergambar sampul komik karya siswa kelas XI. Desain ilustrasi tersebut dicetak menggunakan teknik DTF sehingga dapat diaplikasikan pada media pakaian. Karya ini sekaligus memperkenalkan kepada siswa penerapan keterampilan desain dalam menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai guna.

Untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung, SMKN 1 Bojonegoro juga menghadirkan demonstrasi melukis totebag dan menggambar sketsa wajah. Pengunjung dapat menyaksikan tahapan pembuatan karya, mulai dari proses menggambar hingga penyelesaian detail. Kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya ketelitian, konsentrasi, keterampilan teknis, dan latihan berkelanjutan dalam menghasilkan karya seni.

Suasana pameran semakin semarak dengan penampilan cosplay karakter anime dan komik. Melalui penggunaan kostum dan penghayatan karakter, kegiatan ini memperlihatkan bentuk ekspresi kreatif lain yang berkaitan dengan dunia ilustrasi, desain karakter, dan budaya populer.

Stand SMKN 1 Bojonegoro di alun alun Bojonegoro.

Kepala SMKN 1 Bojonegoro, Roedi Agus Seteyoono, menekankan pentingnya mengembangkan potensi diri dan kemandirian siswa dalam berkarya di tengah kemajuan teknologi.

“Kecerdasan buatan boleh berkembang, tetapi jangan sampai membuat kita berhenti berpikir dan berkarya,” ujarnya.

Berita Terkait :  Gandeng Instruktur Profesional, Dindik Matangkan Keterampilan Siswa Lewat Inkubator

Pelaksanaan kegiatan tersebut didampingi empat guru pembimbing, yakni Dadang Setio Budi, Dwi Mulyoso, Bhima Shakti, dan Ferry Perdana Putra. Pendampingan dilakukan untuk membantu siswa mengembangkan gagasan, mengasah keterampilan teknis, serta mempersiapkan karya agar dapat diperkenalkan kepada masyarakat.

Tema “Karya Seni, Bukan Karya AI” bukan dimaksudkan sebagai penolakan terhadap perkembangan teknologi, melainkan sebagai pengingat agar generasi muda tidak sepenuhnya bergantung pada kecerdasan buatan. Kemampuan berpikir, berimajinasi, menggambar, menyusun cerita, serta mengolah unsur visual tetap perlu diasah melalui proses belajar dan latihan secara langsung.

Teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam pembelajaran maupun proses produksi. Namun, pemanfaatannya perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kepekaan artistik, dan keterampilan teknis agar siswa tetap mampu menghasilkan gagasan serta karya yang mencerminkan kreativitasnya sendiri.

Melalui pameran ini, SMKN 1 Bojonegoro memberikan ruang bagi siswa dan alumni untuk memperkenalkan hasil karya sekaligus menunjukkan penerapan pembelajaran DKV dalam berbagai media. Pembelajaran tersebut tidak hanya mencakup penguasaan teknologi digital, tetapi juga seni manual, pemahaman desain, pengembangan ide, dan penerapan kreativitas menjadi produk yang bermanfaat.

Dengan pesan “Optimalkan Kecerdasan Pemberian Tuhan, Bukan Bergantung pada Kecerdasan Buatan”, SMKN 1 Bojonegoro berharap generasi muda terus mengembangkan potensi, berani berkarya secara mandiri, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan kreativitas serta karakter dalam berkarya. [bas]

Berita Terkait :  Anti Narkoba, Siswa di SMAN 3 Sidoarjo Jalani Tes Urine

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!