29.5 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

SD Muhammadiyah 29 Surabaya Gelar Salat Istisqa


Surabaya, Bhirawa – Prihatin dengan musim kemarau panjang yang melanda Indonesia dan memicu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Keluarga Besar SD Muhammadiyah 29 Surabaya menggelar Salat Istisqa, yakni salat sunah untuk meminta hujan, yang diikuti sekitar 100 siswa kelas IV, V dan VI berserta para ustadz-ustadzah dan para karyawan, Kamis (22/10) kemarin.

Salat sunah memohon kepada Allah agar diberikan hujan pada musim kemarau panjang ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur untuk melaksanakan Salat Istisqa secara serentak di seluruh Jawa Timur. Salat Istisqa diimami Ustadz Imam Ma’arif MPd, Kepala Urusan Ismuba (Keislaman, Kemuhammadiyaan dan Bahasa Arab), sedangkan ceramah tentang perintah menggelar Salat Istisqa disampaikan Ustadz Jatim MA, Kepala Litbang SD Muhammadiyah 29 Surabaya.

Menurut Ustadz Jatim, Keluarga Besar SD Muhammadiyah 29 Surabaya melaksanakan Salat Istisqa yaitu salat minta hujan. Hal ini menindaklanjuti instruksi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Insya Allah di seluruh Jawa Timur melaksanakan Salat Istisqa yang sama di hari yang sama. Fenomena alam berupa kekeringan dan kebakaran hutan yang melanda di berbagai daerah menjadi latar belakang instruksi ini.

“Ini dilatarbelakangi adanya fenomena alam, terutama menyangkut kekeringan. Banyak di daerah-daerah kekeringan, termasuk kebakaran hutan dan lain-lain. Inilah yang menyebabkan PWM Jawa Timur segera menginstruksikan agar ada kehidupan yang lebih baik” ujar Ustadz Jatim, yang juga mantan kepala sekolah pertama SD Muhammadiyah 29 Surabaya.

Berita Terkait :  Universitas Ma Chung Targetkan APT Unggul, Pacu Hilirisasi Riset dan Internasionalisasi

Ustadz Jatim menjelaskan, tujuan menggelar Salat Istisqa juga agar anak-anak ini melek, ada satu pembelajaran. ”Oh ternyata solusi untuk kekeringan itu dalam agama memberikan solusi, yaitu diperintahkan untuk melaksanakan Salat Istisqa,” kata Ustadz Jatim.

Ustadz Jatim menambahkan, instruksi ini bersifat resmi dan menyeluruh. ”Baik di semua Amal Usaha Muhammadiyah AUM), baik di dunia pendidikan maupun Amal Usaha Muhammadiyah yang lain, termasuk di masjid-masjid. Karena instruksi edarannya resmi juga dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur,”’ ujarnya.

Soal penyebab Karhutla yang sering dikaitkan dengan faktor kesengajaan dan politik, Ustadz Jatim menyebut hal itu memang ada, namun fokus Muhammadiyah pada ikhtiar spiritual untuk kebaikan bersama.

Sementara itu, terkait pertanyaan, apakah Ustadz Jatim optimis setelah melaksanakan Salat Istisqa segera turun hujan. ”Sebagai seorang yang beriman tentu optimis ya. Apapun yang terjadi kita optimis, yang penting itu dalam ranah positif,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu siswi kelas VI, Salsa Syalia Irfani yang ditemui usai mengikuti Salat Istisqa, mengungkapkan harapannya agar hujan segera turun dan bisa mendinginkan musim kemarau yang panas dan memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di beberapa daerah.

“Soalnya cuaca bulan-bulan ini tuh lagi panas, hujannya hampir tidak pernah . Semoga cepat hujan ya biar gak panas lagi. Semoga cepat padam apinya, supaya saudara-saudara kita yang di sana agar tidak terlalu kepanasan,” ucapnya. [fen.wwn]

Berita Terkait :  Polsek Jetis Beri Edukasi Stop Bullying Kepada Siswa SMKN 1

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!