28.9 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

Santri Kabupaten Pasuruan Didorong Jadi Penggerak Kemandirian Ekonomi

Pemkab Pasuruan, Bhirawa. – Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan, HM Shobih Asrori mendorong para santri di Kabupaten Pasuruan untuk membuang jauh rasa minder dan bersiap menjadi pelopor kemandirian ekonomi. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Kamis (22/10). Gus Shobih sapaan akrab Wabub Pasuruan menyoroti keberadaan pesantren saat ini memiliki posisi yang makin kuat dan diperhitungkan, terutama pasca disahkannya Undang-Undang Pesantren.

Menurutnya, berpuluh-puluh tahun lalu sistem pendidikan pesantren kerap dipandang sebelah mata, padahal kontribusi kalangan pesantren terhadap kemerdekaan dan kemajuan bangsa sangat besar. “Selama berpuluh-puluh tahun, keberadaan pesantren maupun pendidikan di dalamnya tidak pernah dianggap ada. Padahal, kontribusi kalangan pesantren untuk kemerdekaan NKRI dan kemajuan bangsa ini sangatlah besar. Dengan UU Pesantren, keberadaan ponpes sekarang sangat diperhitungkan,” Shobih usai apel.

Ia menegaskan, pengakuan pemerintah yang telah menyamakan pendidikan formal dengan pesantren harus dijadikan momentum bagi santri untuk meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam sektor perekonomian dan sains. Santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Perjuangan tentunya tidak akan mudah tapi perlu adanya komitmen. Dan santri jangan minder, harus pede, optimistis karena minder adalah salah satu mental yang ketertinggalan. Lebih semangat lagi untuk menuntut ilmu di pondok pesantrennya masing-masing,” tambah Gus Shobih.

Berita Terkait :  Koramil 0830/11 Rungkut Pastikan Kelancaran Distribusi Makanan Bergizi di Sekolah

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh santri untuk aktif merawat kerukunan dan menjadi pelopor di berbagai sektor kehidupan masyarakat. “Jadikan nilai-nilai agama sebagai sumber inspirasi untuk merawat bumi, menebarkan kedamaian, penggerak kemandirian ekonomi, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, karena Indonesia yang kuat hanya dapat dibangun melalui kebersamaan,” kata Gus Shobih.[hil.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!