28.7 C
Sidoarjo
Monday, October 19, 2026
spot_img

Pemkab Gelontor Rp8,6 Miliar Pelebaran  Jalan Menganti-Lakarsantri

Gresik, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, menyiapkan anggaran Rp8,6 miliar untuk melanjutkan pelebaran jalan di dua lokasi, yakni simpang empat Pasar Menganti dan ruas Menganti-Lakarsantri. Selain itu, rencana pembebasan lahan sepanjang lima kilometer. Mulai dimatangkan, untuk mendukung pengembangan kapasitas jalan secara bertahap.

Dua pekerjaan menjadi bagian dari kelanjutan, penataan infrastruktur jalan di Kecamatan Menganti yang selama ini dilakukan secara bertahap. Pemkab Gresik mengalokasikan Rp5 miliar, untuk pelebaran ruas Menganti-Lakarsantri dan Rp3,6 miliar, untuk simpang empat Pasar Menganti.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Eddy Pancoro mengatakan, pekerjaan tahun depan merupakan lanjutan dari program pelebaran jalan yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.

“Untuk tahun depan, pelebaran dilakukan di simpang empat Pasar Menganti dan melanjutkan ruas Menganti-Lakarsantri,”ujarnya.

Pelebaran koridor Bringkang-Menganti-Lakarsantri,  selama belum tuntas secara menyeluruh. Pada ruas Bringkang-Menganti, pekerjaan menyisakan ratusan meter di sisi Pasar Menganti. Sementara itu, pelebaran ruas Menganti-Lakarsantri baru dilakukan di dua titik dengan panjang masing-masing sekitar 250 meter.

Kondisi membuat pekerjaan lanjutan menjadi bagian penting, dalam upaya meningkatkan kapasitas jalan di kawasan Menganti, seiring kebutuhan penataan infrastruktur di wilayah tersebut. Selain mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan fisik, Pemkab Gresik juga menyiapkan pengadaan tanah guna mendukung pelebaran jalan. Koridor yang masuk perencanaan diperkirakan mencapai lima kilometer, dengan kebutuhan lebar jalan berbeda-beda sesuai ruas.

Berita Terkait :  Mengikuti kemeriahan Acara Pawai Budaya Nusantara SMABES ke-18

Ruas Menganti-Lakarsantri direncanakan memiliki lebar sekitar 11 meter, ruas Menganti-Kepatihan sekitar 8,5 meter dan Menganti-Banjaran sekitar tujuh meter. Berdasarkan identifikasi awal, terdapat ratusan bidang tanah yang berpotensi terdampak rencana pengadaan tanah. Rinciannya, 93 bidang di ruas Menganti-Lakarsantri, 177 bidang di Kepatihan, 67 bidang di Desa Setro, serta 297 bidang di Desa Laban.

“Besarnya jumlah bidang  menunjukkan, penyiapan lahan menjadi pekerjaan penting sebelum pengembangan jalan dilakukan secara menyeluruh. Namun, data itu masih berupa identifikasi awal dan perlu ditindaklanjuti melalui tahapan pengadaan tanah sesuai ketentuan yang berlaku.”ungkapnya.

Peningkatan infrastruktur jalan juga menyasar ruas Duduksampeyan-Betoyoguci, anggaran Rp 6 miliar untuk pekerjaan dengan konstruksi beton.

Pekerjaan di ruas strategis berada di luar program peningkatan Jalan Poros Desa (JPD), khusus program JPD, Pemkab Gresik menyiapkan 134 paket peningkatan jalan dengan total anggaran mencapai Rp 121,7 miliar.

Ditambahkan Eddy Pancoro, bahwa sejumlah program menunjukkan peningkatan jalan dilakukan melalui beberapa skema. Untuk kawasan Menganti, pekerjaan lanjutan di simpang empat Pasar Menganti dan ruas Menganti-Lakarsantri, menjadi tahapan berikutnya. Rencana pengadaan tanah sepanjang lima kilometer, akan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan koridor jalan tersebut secara bertahap. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!