Mojokerto, Bhirawa — Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dijadwalkan menyerahkan secara simbolis 200 buah kacamata baca gratis kepada ASN, PPPK paruh waktu, dan awak media Kota Mojokerto di Rumah Rakyat pada Rabu, 21 Oktober 2026. Rencana ini disampaikan menyusul surat undangan yang dikirimkan Gapopin Jatim ke Media Center Ruang Jurnalis Mojokerto pada Senin (19/10/2026).
Dalam undangan tersebut disebutkan, para awak media yang telah mengikuti pemeriksaan mata pada 5 Oktober 2026 lalu, diharapkan hadir langsung di Rumah Rakyat Pemkot Mojokerto untuk menerima kacamata dari Wali Kota secara langsung.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Gapopin Jatim dan Pemerintah Kota Mojokerto dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Dunia 2026, sebagai wujud kepedulian dan berbagi bagi masyarakat yang membutuhkan alat bantu penglihatan.
Secara keseluruhan, Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Jawa Timur membagikan 3.000 kacamata gratis di seluruh Jawa Timur pada tahun ini. Khusus wilayah Mojokerto, sebanyak 500 kacamata disalurkan kepada siswa TK hingga SMA, warga kurang mampu, ASN, serta awak media yang membutuhkan.
Kabid Organisasi dan Keanggotaan Pengda Gapopin Jatim, Agus Hernansyah, menjelaskan penyerahan 200 kacamata untuk ASN dan wartawan digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Mojokerto.
“Ini bukan sekadar pembagian kacamata. Kami juga memberikan edukasi tentang kesehatan mata dan mendorong masyarakat melakukan deteksi dini apabila mengalami gangguan penglihatan,” ujarnya.
Sebelumnya, pada September 2026, program serupa telah menyasar warga kurang mampu di Kelurahan Kranggan, di mana sebanyak 109 warga mendapatkan pemeriksaan dan bantuan kacamata. Kemudian pada 6 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dengan menjaring sekitar 300 pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SLTA.
Agus menegaskan, pemeriksaan sejak dini sangat penting bagi anak-anak agar gangguan penglihatan dapat segera diketahui dan tidak mengganggu proses belajar. “Kami hadir untuk deteksi dini bagi anak-anak kita. Harapannya, apabila ada miopia atau gangguan penglihatan lainnya, bisa diketahui lebih awal sehingga tidak berkembang secara progresif,” jelasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Gapopin Jatim berharap semakin banyak masyarakat memiliki akses pemeriksaan mata dan kesadaran untuk menjaga kesehatan penglihatan sejak dini. [min.kt]




