Oleh:
Aulia Maqdum Ahsani
Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai RW 05, Jalan Kali Kepiting Jaya IV Nomor 20, Surabaya, ini berfokus pada pengembangan produk herbal berbasis tanaman lokal sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Program tersebut menjadi bentuk kontribusi UNAIR dalam mengoptimalkan potensi tanaman lokal melalui pelatihan yang menggabungkan pengetahuan ilmiah dan praktik langsung. Peserta memperoleh pembekalan mengenai pembuatan produk herbal, teknik pengawetan dan pengemasan, serta pemanfaatan media digital untuk memperluas peluang pemasaran.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Departemen Biologi FST UNAIR, Dr. Junairiah, S.Si., M.Kes., dan Ketua PKK Kelurahan Pacar Kembang. Dalam sesi pelatihan, Dr. Junairiah memperkenalkan inovasi produk herbal berupa minyak gosok, salep berbahan ekstrak serai, dan pembersih tangan (hand sanitizer) berbasis alkohol dengan tambahan pewangi tanaman lokal.
Peserta juga mengikuti praktik pembuatan wedang uwuh dengan memanfaatkan bahan-bahan alami berupa serutan kayu secang, kapulaga, kayu manis, kapulaga, dan gula batu; membuat teh jamu dan jamu botol berbahan dasar bunga rosella. Melalui praktik tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam mengolah bahan lokal menjadi minuman herbal yang bermanfaat untuk kesehatan dan berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha rumah tangga.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Fatimah, S.Si., M.Kes., yang membahas teknik pengawetan dan pengemasan produk herbal berdasarkan prinsip mikrobiologi. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga mutu, kebersihan, dan daya simpan produk. Sementara itu, Dr. Eva Hariyanti, S.Si., M.T., memberikan pelatihan pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial dan WhatsApp Business untuk memperluas jangkauan promosi serta mendukung pengembangan usaha. Selain itu peserta berlatih membuat label produk dengan menggunakan chat gpt.
Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari peserta. Salah satunya disampaikan oleh Ibu Teguh, anggota PKK Kelurahan Pacar Kembang, yang mengungkapkan kepuasannya terhadap pelatihan yang telah diberikan. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat lengkap karena tidak hanya memperkenalkan cara pembuatan produk herbal, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai pengemasan yang dapat meningkatkan daya tarik dan potensi nilai jual produk.

Ibu Teguh menilai bahwa keterampilan yang diperoleh memberikan manfaat nyata bagi peserta dan berpotensi membuka peluang usaha baru. Ia berharap pengetahuan tersebut dapat diterapkan secara mandiri sehingga mampu mendukung peningkatan perekonomian keluarga.
Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi sarana penyampaian ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan bekal keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs nomor 3 Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs no 12 yaitu Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Kegiatan pengabdian masyarakat ini seiring dengan program prioritas Universitas Airlangga yaitu WASTE TO WORTH: Transformasi Sampah menjadi Sumber Daya dan Produk Bernilai melalui Circular Economy.
Melalui pelatihan yang mencakup produksi, pengemasan, dan pemasaran, ibu-ibu PKK memperoleh bekal untuk mengembangkan produk herbal menjadi peluang usaha yang produktif. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat. [*]




