Kusnali
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali mengaku salut dan angkat topi atas kinerja Karutan IIB Situbondo, Suwono yang berhasil menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional berupa tanaman komoditas jagung.
Hal ini disampaikan Kusnali, saat memimpin langsung panen raya jagung kedua seluas 10 hektar di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas IIB Situbondo.
Kegiatan ini, aku Kusnali, merupakan bagian dari implementasi 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan dukungan kemandirian pangan.
“Keberhasilan panen raya ini tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi yang kuat antara Rutan Situbondo dan Perhutani yang telah menyediakan lahan seluas 4 hektar, serta dukungan dari warga binaan dan masyarakat sekitar,” ungkap Kusnali.
Kusnali kembali menyampaikan apresiasi atas hasil panen yang dinilai luar biasa. Dari 1 hektar lahan, estimasi hasil panen dapat mencapai sekitar 10 ton jagung. “Program ini memberikan dampak positif yang besar, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.
Pemberian Keahlian & Pengetahuan: Warga binaan mendapatkan keahlian langsung mengenai cara menanam jagung yang baik selama proses pertanian berlangsung,” tutur Kusnali.
Tak cukup itu, kupas Kusnali, warga binaan juga memperoleh finansial dalam bentuk premi sesuai arahan pimpinan, di mana maksimal setengahnya diberikan kepada yang bersangkutan dan setengahnya lagi wajib disimpan di BRI agar kelak memiliki modal awal saat bebas.
Keberhasilan ini, aku Kusnali, terwujud berkat sinergi lintas sektor dengan sistem kontrak kerja sama bersama Perhutani, yang diharapkan dapat diperpanjang dan direplikasi ke UPT pemasyarakatan lainnya di Jawa Timur.
Diharapkan Kusnali, program ini tidak hanya berhenti di Situbondo, tetapi juga dapat menjadi percontohan lain di seluruh Indonesia guna memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. [awi]



