Dindik Jatim, Bhirawa – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur meraih penghargaan sebagai perangkat daerah terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai pada upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10).
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan berdasarkan hasil pengukuran dan penilaian IGA 2026 yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pendidikan di Jawa Timur, termasuk jajaran dinas pendidikan, guru, tenaga kependidikan, dan satuan pendidikan yang terus berupaya mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujar Aries, Kamis (15/10).
Berdasarkan pelaporan IGA 2026 melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Dindik Jatim telah melaporkan sebanyak 695 inovasi dengan status terkirim dalam aplikasi IGA 2026 dan nilai kematangan sempurna. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi pengembangan inovasi di lingkungan pendidikan Jawa Timur.
Aries menegaskan, keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari jumlah yang dilaporkan, tetapi juga dari penerapan dan manfaatnya bagi masyarakat. “Bagi kami, yang terpenting bukan hanya jumlah inovasi yang dilaporkan, tetapi juga bagaimana inovasi tersebut dapat diterapkan, memberikan manfaat, dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia menyebut jumlah inovasi tersebut masih berpotensi bertambah. Dindik Jatim terus mendorong lahirnya gagasan dan praktik baik melalui sejumlah program, di antaranya Gempita Leadership Innovation, Gelar Apresiasi Praktik Baik Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Jawa Timur, serta East Java Innovative Education Summit (EJIES).
Melalui program tersebut, Dindik Jatim berupaya memperluas partisipasi guru, tenaga kependidikan, dan satuan pendidikan dalam menghasilkan inovasi. Praktik baik yang terbukti memberikan manfaat juga diharapkan dapat dibagikan dan diterapkan di sekolah lain.
Dindik Jatim, lanjut Aries, berkomitmen mendukung penguatan Indeks Inovasi Daerah (IID) Provinsi Jawa Timur. Komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan inovasi pendidikan, peningkatan kualitas pendataan dan pelaporan, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Menurutnya, pengembangan inovasi di sektor pendidikan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kinerja pemerintahan daerah sekaligus kualitas pelayanan publik. Terlebih, Jawa Timur tercatat dua tahun berturut-turut menjadi provinsi terinovatif dalam ajang IGA.
Aries berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pendidikan, bukan sekadar tujuan akhir. Inovasi yang dikembangkan harus berkelanjutan, memberikan manfaat nyata, serta memungkinkan untuk direplikasi oleh satuan pendidikan maupun daerah lain.
“Dengan kolaborasi seluruh insan pendidikan dan perangkat daerah, kami optimistis inovasi pendidikan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Jawa Timur,” pungkasnya. [ina.wwn]



