Kab Malang, Bhirawa – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) kini tengah mematangkan penyiapan infrastruktur dan armada pendukung untuk mengoperasikan layanan Bus Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya. Koridor baru ini dirancang untuk menghubungkan Terminal Arjosari, Kota Malang dengan Terminal Talangagung, Kota Kepanjen, Kabupaten Malang. Pengopreasiaanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menargetkan moda transportasi massal ini mulai beroperasi melayani masyarakat pada Oktober 2026 ini.
Meski demikian, kepastian tanggal peluncuran resminya masih menunggu penetapan lebih lanjut dari Pemprov Jatim. Langkah ini diambil guna mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan integrasi transportasi publik antar wilayah di kawasan Malang Raya. Selain penyediaan armada bus, Dishub Jatim juga fokus menyiapkan halte shelter di sepanjang rute serta sistem pembayaran nontunai yang terintegrasi.
“Kehadiran Trans Jatim Koridor 2 diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi mobilisasi harian masyarakat, pelajar, maupun pekerja di wilayah Malang dan sekitarnya,” Kepala Dishub Provinsi Jatim Nyono, Minggu (4/10/2026), kepada wartawan.
Secara terpisah, salah satu warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang Maryoto menyambut baik dengan kehadiran Bus Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya, Kota Malang-Kepanjen, Kabupaten Malang. Dengan kehadiran bus trans tersebut, menjadi solusi terkait angkutan umum yang terintegrasi. Selain itu, Bus Trans Jatim juga memberikan kenyamanan pada penumpang, karena dilengkapi AC, dan tiketnya sangat-sangat terjangkau yakni Rp 5 ribu, dari Kepanjen ke Kota Malang.
“Kami sebagai warga Kota Kepanjen sangat menantikan peluncuran Bus Trans Jatim Korodor 2. Karena dengan kehadiran bus tersebut akan memberikan layanan moda transportasi murah dan nyaman,” ujarnya. [cyn.kt]



