Surabaya, Bhirawa – 1.517 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam Wisuda ke 122 di Gedung Graha UNESA, Kampus 2, Lidah Wetan, Surabaya.
Tercatat 48 persen wisudawan telah mendapatkan pekerjaan dan sekitar 10 persen memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3. Sabtu, (26/9/2026)
Rektor Unesa Prof Nurhasan menjelaskan bahwa lulusan tidak cukup dibekali kemampuan akademik, tapi harus memiliki integritas, karakter, dan daya saing agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia yang berlangsung cepat.
“Kita menyiapkan seluruh mahasiswa, sekarang sudah menjadi alumni, supaya memiliki jiwa integritas, berkarakter, dan berdaya saing, penting karena di era ketidakpastian global seperti sekarang, mereka harus cepat beradaptasi sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan dan mencarikan solusi,” ucapnya.
Lanjut Prof Nurhasan mengatakan penting bagi alumni tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
“Unesa bekali mahasiswa dengan berbagai kompetensi yang dapat mendukung program-program berkaitan dengan hitung-hitungan melalui teman-teman akuntansi, pendampingan psikologi, serta pendampingan manajemen tentang bagaimana mengelola dan menata tata kelola berbagai program prioritas pemerintah, hingga berbagai workshop,” tuturnya.

Prof Nurhasan mengukapkan Unesa membuka peluang bagi alumni terbaik untuk meningkatkan kapasitas melalui pendidikan lanjutan dengan menyiapkan slot anggaran beasiswa untuk pendidikan S2 dan S3.
“Alumni yang hebat kita beri kesempatan secara gratis supaya mendapatkan peluang untuk meningkatkan kapasitasnya,” pungkasnya.
Prof Hasan berharap para lulusan dapat menjadi agen perubahan, memberikan inspirasi kepada masyarakat, sekaligus mengisi kebutuhan sumber daya manusia dalam berbagai program prioritas pemerintah.
Sementara itu, Wakil Rektor I Unesa Prof Dr Martadi MSn menambahkan kondisi lulusan diperoleh melalui tracer study yang dilakukan beriringan dengan pelaksanaan wisuda.
“48 persen wisudawan sudah mendapatkan pekerjaan, sekitar 10 persen di antaranya ingin melanjutkan studi S2 dan S3 dan capaian akademik para wisudawan juga menunjukkan tren positif dengan rata-rata indeks prestasi (IP) lulusan berada di kisaran 3,8 hingga 3,9,” jelas Prof Martadi.
Ia memetakan lulusan dengan capaian akademik tinggi untuk dihubungkan dengan pengelola program Bina Talenta di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, lulusan yang dinilai memiliki potensi akan mengikuti proses talent scouting dan berkesempatan mengakses berbagai program beasiswa pemerintah.
“jika kita tidak berikan apresiasi serta memfasilitasi kepada mereka, justru bisa saja mereka mendapatkan apresiasi dari negara lain,” katanya. [ren.kt]


