Sampang, Bhirawa — Sebanyak 200 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sampang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar selama dua hari, sebagai upaya deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) di lingkungan tahanan.
Pemeriksaan dilakukan secara bertahap: 100 orang pada hari pertama, disusul 100 orang lainnya pada hari kedua, Kamis (24/9/2026).
Panca, Humas Rutan Sampang, menjelaskan kegiatan ini bertujuan memantau kondisi kesehatan warga binaan sekaligus mendeteksi dini gejala yang mengarah pada TBC. “Apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, akan ditindaklanjuti sesuai prosedur medis yang berlaku,” ujarnya.
Sebelumnya, Rutan Sampang juga telah menangani warga binaan yang terinfeksi TBC. Pengobatan dilakukan secara rawat jalan selama sekitar enam bulan, dengan pengobatan yang diperoleh secara gratis melalui puskesmas setempat.
Perwakilan program pengendalian TBC, Febi, menyampaikan lingkungan Rutan dan Lapas termasuk kelompok berisiko tinggi berdasarkan data, sehingga kegiatan penelusuran kasus dan pemeriksaan perlu dilakukan secara berkala.
Sementara itu, dr. Fara dari Puskesmas Kamoning mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan untuk menekan risiko penularan. Warga binaan yang mengalami batuk, pilek, atau bersin dianjurkan menggunakan masker serta menerapkan etika batuk yang benar. Kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan matahari di ruangan tetap baik juga ditekankan.
Panca berharap kegiatan skrining kesehatan semacam ini dapat dilakukan lebih rutin, idealnya dua kali dalam setahun, guna menjaga kondisi kesehatan seluruh warga binaan. [lis.kt]

