31 C
Sidoarjo
Thursday, September 24, 2026
spot_img

Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, Untag Surabaya Beri Sosialisasi Manajerial Koperasi Desa Merah Putih di Bejijong


Mojokerto, Bhirawa – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengambil langkah nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi warga di kawasan wisata budaya, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis Hibah Perguruan Tinggi (HPT) Anggaran 2026, tim dosen dan mahasiswa Untag Surabaya menggelar sosialisasi manajerial untuk mempersiapkan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Desa Bejijong yang sarat akan sejarah Kerajaan Majapahit sebenarnya memiliki gudang potensi ekonomi, mulai dari kerajinan kuningan, UMKM kuliner, hingga jaringan homestay. Namun, mayoritas pelaku usaha di sana masih bergerak secara mandiri.

Ketua Tim Pengabdian Untag Surabaya, Andria Marchelia, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa kehadiran koperasi dirancang untuk menyatukan kekuatan ekonomi yang selama ini masih terpecah.

“Potensi di Desa Bejijong ini luar biasa besar, namun sayang jika para pelaku ekonomi berjalan sendiri-sendiri. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan bekal manajerial yang matang mengenai konsep, prinsip, dan tata kelola organisasi sebelum Koperasi Desa Merah Putih resmi dibentuk. Kami ingin masyarakat siap sejak awal,” ujar Andria saat dikonfirmasi, Kamis (24/9).

Program bertajuk “Penguatan Kesadaran Berbangsa bagi Warga Desa Bejijong Kabupaten Mojokerto Melalui Sosialisasi Manajerial Koperasi Desa Merah Putih” ini sengaja difokuskan sebagai langkah hulu. Karena koperasi tersebut belum resmi berdiri, edukasi ditekankan pada penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengelolaan keuangan, serta penanaman asas gotong royong.

Berita Terkait :  Usia 15 Tahun, Fatichul Firdaus Tembus UM Lewat Jalur SNBP

Anggota tim pengabdian dari unsur dosen, I Gede Sandy Satria, S.H., M.H., menambahkan bahwa pengelolaan koperasi masa kini menuntut transparansi tinggi agar dapat berkelanjutan.

“Koperasi bukan sekadar badan usaha biasa, melainkan wadah ekonomi bersama yang berasaskan kekeluargaan. Oleh karena itu, aspek administrasi, manajemen usaha, dan pembagian tanggung jawab harus dipahami dengan benar oleh calon pengelola dan masyarakat setempat agar tercipta tata kelola yang akuntabel,” jelas I Gede Sandy.

Acara yang berlangsung interaktif ini turut melibatkan partisipasi aktif dari pemerintah desa, pengrajin tembaga, hingga pelaku UMKM. Ke depan, Untag Surabaya berkomitmen tidak melepas desa binaan ini begitu saja. Sinergi berkelanjutan akan terus dikawal melalui program pendampingan intensif.

Widhi Cahyo Nugroho, S.H., M.H., yang juga merupakan anggota tim dosen pengabdian, menggarisbawahi pentingnya komitmen jangka panjang dalam program ini.

“Sosialisasi ini barulah babak awal. Langkah selanjutnya, kami bersama tim mahasiswa akan turun langsung melakukan pendampingan bertahap. Fokus kami adalah mengawal pencatatan keuangan yang konkret, perencanaan usaha, hingga pembagian peran operasional saat proses pembentukan Koperasi Desa Merah Putih berjalan nanti,” pungkas Widhi.

Aksi kolaboratif ini juga diperkuat oleh kontribusi lima mahasiswa Untag Surabaya, yakni Anastasia Tiffany Situngkir, Nata Senora, Nizar Ihwal Rafif, Ahmad Falah Burhanuddin, dan Gregorius Raka Pradayan Wikan, yang ikut mendampingi warga selama proses edukasi. Melalui transfer ilmu ini, Desa Bejijong diharapkan mampu membangun fondasi lembaga ekonomi desa yang tangguh, partisipatif, dan mandiri. [why]

Berita Terkait :  Gubernur dan LL DIKTI VII Luncurkan Program Kakak Tangguh

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!