27.2 C
Sidoarjo
Sunday, September 13, 2026
spot_img

Pemkab Kediri Hadirkan Amfiteater Seribu Penonton di Museum Sri Aji Jayabaya

Pemkab Kediri, Bhirawa. – Pemerintah Kabupaten Kediri melanjutkan pembangunan Museum Sri Aji Jayabaya di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Pada tahap ketiga, kawasan museum dilengkapi amfiteater berkapasitas sekitar seribu penonton disiapkan sebagai pertunjukan seni dan budaya khas Kediri.

Pembangunan tahap ketiga juga mencakup penataan wajah bangunan museum. Di antaranya fasad berbentuk piramida serta pemasangan aksen besi cutting yang mengelilingi bagian depan bangunan.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama mengatakan, pembangunan tahap ketiga dirancang dengan melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Kolaborasi tersebut dilakukan agar desain kawasan museum turut merepresentasikan karakter budaya Kediri.

”Dengan demikian, harapannya pembangunan museum bisa mewakili kebudayaan khas Kabupaten Kediri,” kata Irwan, Minggu (13/9).

Menurut Irwan, amfiteater menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan tahap tersebut. Area pertunjukan itu diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 penonton.

Pada bagian panggung, nantinya dibangun gapura bentar yang mengadopsi karakteristik khas Kediri. Pembangunan gapura tersebut ditargetkan rampung pada November mendatang.

Irwan menjelaskan, bagian belakang panggung juga akan dilengkapi tembok memanjang. Area tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media promosi maupun tempat menampilkan relief yang memperkuat identitas Kabupaten Kediri.

”Di samping itu, latar belakang ini sekaligus sebagai sirkulasi bagi para pementas menuju maupun keluar panggung,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan keberadaan amfiteater diharapkan memberi ruang lebih luas bagi pelaku seni dan budaya untuk menggelar pertunjukan.

Berita Terkait :  Pedagang Pasar Kolpajung Baru Pamekasan Setuju Bayar Retribusi Sistem Kartu Rp 180.000/Bulan/Kios

Pihaknya tengah menyusun skema penjadwalan agar pertunjukan di amfiteater dapat digelar secara rutin. Dengan demikian, kawasan Museum Sri Aji Jayabaya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan edukasi sejarah, tetapi juga menjadi ruang aktivitas seni dan budaya.

”Harapannya, di amfiteater ini banyak pertunjukan yang bisa digelar secara konsisten sebagai salah satu destinasi di Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Mustika menambahkan, pembangunan kawasan museum menjadi bagian dari upaya Pemkab Kediri dalam meningkatkan pemajuan kebudayaan. Nantinya, kawasan tersebut tidak hanya terdiri atas museum dan amfiteater, tetapi juga Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Kantor Dewan Kesenian Kabupaten Kediri. Integrasi sejumlah fasilitas tersebut diharapkan menjadikan kawasan Museum Sri Aji Jayabaya sebagai pusat layanan kebudayaan sekaligus ruang aktivitas seni bagi masyarakat.

”Mas Bupati (Bupati Hanindhito Himawan Pramana) berharap agar kompleks museum ini bisa jadi one stop cultural service,” tandasnya. [van.nov.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!