32 C
Sidoarjo
Sunday, September 6, 2026
spot_img

Campak Mengganas di Gresik, 208 Kasus Tercatat Sepanjang Januari–Agustus 2026

Gresik,  Bhirawa — Kasus campak di Kabupaten Gresik terus menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sebanyak 208 kasus campak tercatat sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Mayoritas penderita adalah bayi dan anak-anak, terutama kelompok usia 1 hingga 6 tahun.

Dari 15 kecamatan yang terdata, Kecamatan Kebomas menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 41 kasus. Disusul Menganti 24 kasus, Kecamatan Gresik dan Cerme masing-masing 23 kasus, serta Dukun 22 kasus. Selanjutnya: Manyar 16 kasus, Benjeng 13 kasus, Balongpanggang 10 kasus, Kedamean 9 kasus, serta Panceng dan Ujungpangkah masing-masing 8 kasus. Sementara itu, Driyorejo tercatat 5 kasus, Wringinanom 3 kasus, Sidayu 2 kasus, dan Bungah 1 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr. Puspitasari Wardani, menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi menimbulkan komplikasi berbahaya, terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.

“Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi menimbulkan komplikasi berbahaya, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap,” ujarnya.

Menurut Puspitasari, imunisasi campak atau MR menjadi langkah perlindungan yang sangat penting guna menekan risiko penularan. Dinkes mengimbau para orang tua memastikan anak mendapatkan imunisasi MR sesuai jadwal, dan segera melengkapi jika masih terlewat.

Selain memperkuat pencegahan melalui imunisasi, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak. Orang tua diharapkan segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan jika muncul gejala berupa demam disertai ruam atau bercak kemerahan, batuk, pilek, maupun mata merah.

Berita Terkait :  Pemkab Lamongan Dorong Tanam Padi Lebih Awal Agar Produktivitas Meningkat

“Segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan, dan hindari membawa anak ke tempat ramai untuk sementara waktu guna mencegah penularan. Jangan lupa segera melapor kepada petugas kesehatan jika menemukan atau mencurigai adanya kasus campak,” jelasnya. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!