Oleh:
Narendra Arga Dahana (1152200272)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Kayu jati lawas yang telah melewati perjalanan panjang dapat kembali memiliki fungsi dan nilai baru ketika diolah menjadi sebuah karya. Hal tersebut terlihat di Rajendra Art, sebuah usaha kerajinan kayu yang berada di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro.
Rajendra Art mengolah kayu jati lawas dan kayu recycle menjadi berbagai macam karya, mulai dari rumah joglo, rumah panggung, restoran bernuansa seni, hingga berbagai jenis mebel. Tidak hanya mengutamakan nilai estetika, usaha yang berdiri sejak 2017 tersebut juga berupaya menghadirkan dan mengenalkan nilai budaya melalui karya-karyanya.
Di tengah perkembangan media sosial, upaya memperkenalkan karya tersebut tidak hanya dilakukan melalui cara konvensional. Platform digital seperti TikTok dimanfaatkan sebagai salah satu media untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman Narendra Arga Dahana, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, selama menjalani magang di Rajendra Art pada 2 Agustus hingga 1 September 2026. Selama satu bulan, Narendra berperan sebagai content creator dengan tugas membantu mempromosikan produk Rajendra Art melalui TikTok sekaligus mengembangkan strategi komunikasi digital.
Dalam prosesnya, pembuatan konten tidak hanya berfokus pada bagaimana menampilkan sebuah produk agar terlihat menarik. Setiap karya memiliki cerita yang dapat menjadi bagian dari pesan komunikasi, mulai dari material yang digunakan, proses pengerjaan, hingga karakter dan nilai budaya yang terdapat di dalamnya.
Kayu jati lawas dan kayu recycle menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Material tersebut tidak sekadar digunakan sebagai bahan produksi, tetapi juga menunjukkan bagaimana sesuatu yang telah memiliki sejarah dapat dimanfaatkan kembali dan diolah menjadi karya dengan fungsi baru.
Bagi Narendra, kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mengemas informasi ke dalam konten digital. Informasi mengenai produk dan proses pengerjaan harus disampaikan secara singkat dan menarik, tetapi tetap mampu memberikan gambaran mengenai keunikan karya Rajendra Art.
TikTok dipilih sebagai salah satu media komunikasi karena memungkinkan informasi mengenai produk disampaikan melalui format audiovisual yang mudah diakses oleh masyarakat. Konten dapat menampilkan detail karya, proses pengerjaan, suasana tempat produksi, maupun berbagai hal menarik yang terdapat di balik sebuah produk.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Narendra untuk menerapkan ilmu komunikasi yang diperoleh selama perkuliahan. Strategi penyusunan pesan, pemilihan media, pemahaman terhadap karakter audiens, serta pengemasan informasi menjadi konten audiovisual dapat diterapkan secara langsung selama kegiatan magang.
Rajendra Art sendiri didirikan oleh Reza Arkadhia pada 2017. Sejak awal berdiri, usaha tersebut berfokus pada pemanfaatan kayu jati lawas dan kayu recycle untuk menghasilkan karya dengan karakter yang kuat. Berbagai produk yang dihasilkan menunjukkan bahwa material lama dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai budaya.
Melalui media sosial, karya-karya tersebut kemudian memiliki ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. Informasi yang sebelumnya hanya dapat diketahui ketika seseorang datang dan melihat langsung karya Rajendra Art kini dapat dikemas dalam bentuk konten digital yang dapat diakses dari mana saja.
Pengalaman satu bulan di Rajendra Art memberikan pemahaman bahwa promosi tidak hanya berkaitan dengan menjual sebuah produk. Komunikasi juga dapat digunakan untuk menyampaikan cerita, memperkenalkan proses kreatif, serta menunjukkan nilai yang membuat sebuah karya memiliki keunikan tersendiri.
Dari Desa Gondang, Bojonegoro, karya berbahan kayu tidak hanya hadir dalam bentuk bangunan dan mebel. Melalui media digital, cerita di balik karya tersebut juga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. [*]

