28 C
Sidoarjo
Thursday, September 3, 2026
spot_img

Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026, Gus Fawait Pacu Program Prioritas untuk Jember

Bupati Jember, Gus Fawait, dalam Rapat Paripurna I DPRD Kabupaten Jember dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Selasa (1/9/2026).

Pemkab Jember, Bhirawa. – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat langkah pembangunan daerah melalui optimalisasi dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Kabar positif itu disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, dalam Rapat Paripurna I DPRD Kabupaten Jember dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Selasa (1/9/2026).

Didampingi jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Gus Fawait menyampaikan bahwa Kabupaten Jember secara resmi mendapatkan tambahan alokasi dana transfer daerah untuk tahun anggaran berjalan, dengan nilai yang disebut menjadi yang terbesar di Jawa Timur.

Capaian tersebut tidak datang begitu saja. Menurut Gus Fawait, tambahan anggaran itu merupakan buah dari ikhtiar bersama sekaligus komunikasi dan koordinasi yang intensif antara Pemkab Jember dengan DPRD, termasuk upaya memperjuangkan kepentingan pembangunan Jember melalui jalur kebijakan dan politik anggaran.

“Seluruh tambahan anggaran tersebut akan difokuskan untuk memperkuat berbagai program prioritas daerah. Alokasi dana ini dipastikan tetap selaras dan tidak menyimpang dari dokumen RPJMD serta RKPD yang telah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif,” ujar Gus Fawait.

Kesehatan Jadi Prioritas

Tambahan ruang fiskal tersebut selanjutnya diarahkan untuk memperkuat program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Berita Terkait :  Pemkot Kediri Tata Ulang Kawasan CFD, Lapak PKL Diseragamkan

Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah kesehatan. Pemkab Jember berkomitmen memastikan keberlanjutan program Homecare serta pelayanan Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat semakin mudah memperoleh akses layanan kesehatan.

Selain kesehatan, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu indikator yang menjadi fokus intervensi adalah rata-rata lama sekolah.

Gus Fawait menilai peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui jalur pendidikan formal. Karena itu, Pemkab Jember tengah menyiapkan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan kelompok-kelompok pengajian yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

“Untuk mengakselerasi tingkat pendidikan masyarakat berusia 25 tahun ke atas, Pemkab Jember merancang formula kolaborasi strategis bersama kelompok-kelompok pengajian. Melalui pengintegrasian kegiatan keagamaan dan proses belajar mengajar kejar paket, warga dapat memperoleh ijazah kesetaraan secara lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Gus Fawait juga memberikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Jember yang telah mengikuti proses pembahasan anggaran secara maraton. Menurutnya, dinamika yang muncul selama pembahasan, termasuk perbedaan pandangan antara eksekutif dan legislatif, merupakan bagian penting dalam memastikan setiap rupiah APBD benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

Ia menilai kritik, koreksi, dan perbedaan pemikiran di parlemen justru menjadi bagian dari mekanisme pengawasan yang sehat dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menariknya, Gus Fawait juga mengusulkan adanya staf atau tenaga ahli bagi setiap anggota DPRD. Gagasan tersebut dinilai dapat memperkuat kapasitas legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, maupun pembahasan kebijakan daerah.

Berita Terkait :  Pedagang Pasar Baru Gresik Minta Pembayaran Retrebusi Kios Ditangguhkan

“Kehadiran tenaga ahli profesional diharapkan mampu mencegah terjadinya kekeliruan pemahaman teknis dalam tiap tahapan penyusunan anggaran,” jelasnya.

Kawal APBD Agar Tepat Sasaran

Gus Fawait juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mekanisme pengelolaan keuangan daerah. Pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus tetap berjalan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Sementara pembahasan secara lebih detail mengenai program dan rincian anggaran akan dilakukan pada tahap pembahasan bersama komisi-komisi DPRD setelah dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) selesai disusun.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Jember untuk memastikan tambahan anggaran yang berhasil diperoleh tidak sekadar menjadi angka dalam APBD, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan dukungan fiskal yang semakin kuat, Pemkab Jember optimistis pembangunan daerah dapat bergerak lebih cepat, terutama pada sektor kesehatan dan pendidikan yang menjadi fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bagi Gus Fawait, keberhasilan mendapatkan tambahan dana transfer bukanlah tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan anggaran tersebut dikelola secara tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jember. (geh*)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!