28 C
Sidoarjo
Thursday, September 3, 2026
spot_img

Dinkes Catat 256 Orang Alami Gejala Keracunan MBG di Kabuh Jombang

Jombang, Bhirawa – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mencatat, dari Rabu (2/9/2026) hingga Kamis sore (3/9/2026), sebanyak 256 orang mengalami gejala yang lazim pada gejala keracunan seperti diare, mual, dan muntah pada peristiwa dugaan keracunan MBG di Kabuh, Jombang, Kamis (3/9/2026).

Kepala Dinkes Kabupaten Jombang, Hexawan Thahja Widada menyebutkan, gejala-gejala tersebut sebagai ‘Intoleransi Makanan’ atau keracunan.

“Totalnya 256 (orang). Masih bergerak terus, masih ada yang masuk lagi ke Puskesmas atau tidak,” kata Hexawan melalui sambungan telepon selulernya, Kamis sore (3/9/2026).

Hexawan mengatakan, jumlah tersebut merupakan data yang telah divalidasi Dinkes Kabupaten Jombang.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar pelajar menjalani pengobatan secara mandiri maupun rawat jalan.

Sementara itu, tujuh pelajar masih mendapat perawatan di fasilitas kesehatan karena mengalami kondisi lemas dan membutuhkan rehidrasi.

“Yang tujuh ini kondisinya lemas. Sebetulnya kondisinya sudah bagus, paling rehidrasi saja, mungkin besok sudah pulang,” terang Hexawan.

Hexawan menyampaikan, makanan MBG dikonsumsi pada Rabu siang (02/09) sekitar pukul 11.30 WIB.

Selanjutnya, sejumlah pelajar mulai mengalami keluhan pada sore hingga malam hari. Sebagian berobat secara mandiri, sebelum data kasus dihimpun oleh pihak sekolah dan Dinkes Kabupaten Jombang.

“Jadi kejadiannya mulai dari kemarin, Rabu (2/9/2026). Awalnya orang menganggap diare biasa, tetapi setelah datanya dikumpulkan ternyata jumlahnya banyak,” bebernya.

Hexawan memastikan, penanganan terhadap pelajar menjadi prioritas. Setelah pasien tertangani, petugas melakukan langkah lanjutan untuk mencari kemungkinan penyebab munculnya keluhan secara bersamaan.

Berita Terkait :  Dishub Provinsi Jatim Bakal Perluas Bus Trans Jatim Koridor Malang-Kepanjen

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 70 pelajar di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang  diduga mengalami keracunan usai menyantap atau mengkonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9/2026). Dari 70 pelajar tersebut, 7 di antaranya harus menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh.

Dokter Puskesmas Kabuh, Jombang, Dokter Aditya Bimantara menjelaskan, 70 pelajar itu mengalami gejala perut melilit.

“Perutnya melilit, hanya beberapa yang diare. Diarenya rata-rata tiga kali, tidak ada sampai lebih lima kali. Diarenya cair,” terang Dokter Adit, Kamis (3/9/2026).

“Tadi dari 70 siswa, ada tujuh sampai saat ini, terdiri dari enam siswi, dan satu siswa, kita infus, kita kamarkan di Puskesmas, karena memang tidak bisa menahan nyeri perutnya. Melilit terus, dan masih diare tadi pagi,” jelasnya.

Sementara sekitar 63 pelajar lainnya kata dia, sudah dipulangkan karena hanya merasakan mual dan perut melilit.

“Tapi masih bisa ditahan, masih bisa makan minum,” ujar dia.

Dokter Adit melanjutkan, meski 7 pelajar harus menjalani rawat inap, namun demikian, mereka tidak sampai dirujuk ke rumah sakit.

“Kita masih observasi, kondisinya stabil. Baik tensi maupun nadinya stabil. Dan tidak ada yang sampai istilahnya kejang-kejang. Sadar semua pasiennya,” ungkapnya.

Dokter Adit sempat menanyakan kepada para pelajar tentang makanan dari MBG, makanan apa yang rasanya tidak enak, dan kebanyakan jawabannya adalah udang.

Berita Terkait :  OJK: Tegaskan Stabilitas Sektor Keuangan Nasional Tetap Terjaga

“Saya rasa ini masih kemungkinan ya, kita masih perlu investigasi lagi untuk makanannya seperti apa,” tuturnya.

Salah seorang pelajar SMPN 1 Kabuh, Jombang yang dirawat, Theofilus menuturkan, dia merasakan mual dan pusing sejak Rabu malam (2/9/2026). “Karena habis makan MBG. Yang bau itu udangnya. Rasanya biasa saja, tapi baunya agak gimana, kayak amis,” tutur Theofilus.

Theofilus sendiri waktu itu makan lebih dari 5 biji udang. “Punya teman-teman juga, jadi lebih dari lima,” kata Theofilus.

Sementara pelajar SMPN 1 Kabuh, Jombang lainnya yang juga dirawat, Elena Lukitaningsari menuturkan, dirinya mengalami mual dan pusing sejak Rabu sore (2/9/2026) setelah makan makanan MBG dengan lauk udang.

“Agak asam (rasanya). Ada kotorannya. Cuma makan satu,” tutur Elena.

Sementara itu, Kepala SPPG Mangunan  Kabuh, Cakra Fikri F menjelaskan, pihaknya curiga terhadap udang pada menu MBG yang menjadi penyebab keracunan.

“Datangnya H-1 sebenarnya. Juknisnya datangnya harusnya H-1. Kalau masaknya sudah sesuai SOP. Tidak melebihi batas wajarnya,” ujar dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, menu yang disiapkan waktu itu adalah Udang Saus Padang, ditambah pepaya, sayur tumis dan tahu dengan penerima manfaat sebanyak 2.899.

Namun demikian kata dia, pihak yang melaporkan adanya indikasi keracunan hanya dari pihak SMPN 1 Kabuh, Jombang. Di SMPN 1 Kabuh, Jombang ujar dia, sebanyak 689 menerima program MBG.

“Ini masih diusut, kenapa kok cuma SMP saja, masih kita usut dari lab (laboratorium), masih dites,” pungkas Cakra Fikri. [rif.kt]

Berita Terkait :  Pemkab Bondowoso Berkomitmen Dukung UMKM Produk Pangan Hewani Bersertifikat Halal

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!