28.3 C
Sidoarjo
Saturday, October 31, 2026
spot_img

​BGN Suspen Dapur Penyedia MBG Nganjuk, Direktur Wilayah II Deputi Pemantauan dan Pengawasan Sampaikan Permohonan Maaf

Brigjen TNI Albertus Doni Dewantoro adalah Direktur Wilayah II Deputi Pemantauan dan Pengawasan di Badan Gizi Nasional

​Nganjuk, Bhirawa.— Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas pascainsiden dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk. BGN memutuskan untuk menyuspen atau menghentikan sementara operasional dapur penyedia (SPPG) yang memproduksi paket makanan tersebut per Rabu (2/9/2026).

Keputusan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Wilayah II Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, saat ditemui usai memantau kondisi para siswa di RSUD Nganjuk.

​”Sebagai wujud empati dan keprihatinan kami dari BGN Pusat, tindakan tegas langsung kami berikan. Dapur penyedia kita berikan suspensi hari ini juga, dan wajib melakukan perbaikan penuh sesuai kriteria standar operasional prosedur (SOP) yang ditentukan,” tegas Brigjen Dony.

Gerak cepat BGN pusat datangi RSUD Nganjuk jenguk korban keracunan MBG

​Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Dony juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para siswa yang menjadi korban beserta pihak keluarga.

​”Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban, para orang tua, dan keluarga siswa. Fokus utama kami saat ini adalah pemulihan kesehatan anak-anak agar mereka bisa segera sembuh dan beraktivitas kembali di sekolah seperti sediakala,” tambahnya.
​
Menurutnya, langkah responsif BGN ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga akuntabilitas, standar keamanan pangan, serta keselamatan anak-anak sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan program nasional MB

Berita Terkait :  Finish Runner-up SEAG

Kejadian tersebut diketahui setelah sejumlah siswa mengeluhkan kesehatan usai menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi goreng, ayam suwir, telur dadar, acar, dan semangka. Para siswa dilaporkan mengalami berbagai gejala, mulai dari lemas, mual, hingga pusing.

Aprlia, siswa kelas X yang sudah diperbolehkan pulang usai dirawat di RSUD Nganjuk.

“Dari data yang terhimpun ada 53 korban setelah mengalami gejala muntah dan pusing yang tersebar di 3 rumah sakit. Tercatat 18 orang anak di RS Islam Aisyah, 24 anak di RSUD Nganjuk, 10 anak di RS Bhayangkara serta 1 guru SMUN 3 yang di rawat di klinik.” Ungkap Hari Moektiono, Camat Nganjuk mewakili Bupati Nganjuk.

“Alhamdulillah rata-rata sudah diperbolehkan untuk pulang dan hanya beberapa yang di haruskan menjalani rawat inap”, tutupnya. [dro.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!