Surabaya, Bhirawa – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menempati peringkat ke-10 nasional bidang Psychology dalam pemeringkatan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026. Pencapaian itu jadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya ketika Unesa berada di posisi ke-12 nasional, Rabu (2/9).
Dekan Fakultas Psikologi Unesa, Diana Rahmasari, mengatakan pencapaian jadi gambaran perkembangan kinerja keilmuan psikologi Unesa dalam pemetaan akademik berbasis riset, inovasi, dan dampak sosial. “Posisi itu merupakan hasil dari proses penguatan budaya akademik yang terus dikembangkan melalui berbagai aktivitas penelitian dan publikasi ilmiah,” Jelasnya.
Diana mengatakan peringkat tersebut salah satu bukti kinerja keilmuan Fakultas Psikologi Unesa terus mengalami perkembangan, menjadi motivasi bagi kami untuk memperkuat kualitas riset, kolaborasi akademik, dan kontribusi keilmuan psikologi bagi masyarakat.
“Berdasarkan data SCImago Institutions Rankings bidang Psychology Indonesia, Unesa mulai tercantum dalam pemeringkatan pada 2025 dengan posisi ke-12 nasional dan world rank 1.768, 2026 posisi meningkat menjadi peringkat ke-10 nasional dengan world rank 1.611,” Katanya.
Menurut Sementara Diana pemeringkatan SCImago 2026, Unesa berada pada antara perguruan tinggi nasional yang masuk dalam 10 besar bidang Psychology. “Posisi itu berada berdekatan dengan beberapa institusi lain, seperti Binus University pada peringkat ke-9 dengan world rank 1.609 dan Universitas Sebelas Maret pada peringkat ke-11 dengan world rank 1.612,” tutur Diana.
Diana mengucapkan penilaian menggunakan sejumlah indikator yang mengukur kinerja berdasarkan tiga dimensi utama, antara lain research dengan bobot 50 persen, innovation sebesar 30 persen, dan societal impact sebesar 20 persen. “Capaian perlu dipahami sebagai salah satu indikator eksternal yang menunjukkan perkembangan institusi dalam bidang psikologi,” ujarnya.
Dekan FPsi Unesa menambahkan pemeringkatan merupakan bagian dari evaluasi untuk melihat posisi akademik Unesa dibandingkan perguruan tinggi lain, sekaligus menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan ke depan.
“Pemeringkatan jadi refleksi penguatan bidang psikologi harus berjalan melalui peningkatan kualitas penelitian, publikasi, serta jejaring kerja sama, mendorong sivitas akademika untuk menghasilkan karya ilmiah yang memiliki manfaat bagi pengembangan ilmu dan masyarakat,” imbuhnya. [ren.wwn]

