Yenny Wahid saat berada di Tambakberas, Jombang, Minggu malam (30/08). arif yulianto/bhirawa.
Jombang, Bhirawa. – Sebanyak 9 kiai sepuh telah ditetapkan sebagai anggota Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (AHWA) pada Minggu malam (30/08) dalam pleno rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Terkait hal itu, putri KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid yakin, para kiai sepuh dalam AHWA akan memiliki kebijaksanaan untuk membuat keputusan yang terbaik bagi NU.
“Saya rasa kiai-kiai sepuh ini kan punya kebijaksanaan. Beliau-beliau itu tidak hanya menggunakan dalil Aqli, tapi juga Naqli,” kata Yenny Wahid, Minggu malam saat berada di Tambakberas, Jombang.
“Insyaallah keputusan yang akan diambil adalah keputusan yang diambil adalah keputusan yang memang seharusnya. Kita doakan agar Allah memberikan keputusan terbaik, Allah membuka hati muktamirin, membuka hati semua orang yang terlibat, agar membuat keputusan yang terbaik untuk NU ke depan,” beber Yenny Wahid.
Untuk diketahui, pada Muktamar NU ke-35 tahun 2026, posisi AHWA sangat penting karena akan membuat keputusan yang sangat strategis bagi NU.
Selain memutuskan siapa yang menjadi Rais Aam PBNU periode 2026-2031, AHWA juga akan menentukan siapa yang akan menjadi Ketua Umum (Ketum) PBNU 2026-2031, karena pada muktamar kali ini terjadi perubahan mekanisme pemilihan Ketum PBNU dari mekanisme voting ke mekanisme AHWA.[rif.hel].



