27 C
Sidoarjo
Sunday, August 30, 2026
spot_img

Banjir Mengintai, DPRD Gresik Soroti Bozem dan Drainase Penuh Sampah

Gresik, Bhirawa — Musim kemarau justru menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membenahi sistem drainase serta melakukan normalisasi bozem di wilayah perkotaan. Langkah ini dinilai sangat mendesak guna menekan potensi banjir saat hujan deras kembali tiba.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, meminta tim pengelola drainase tidak menunggu musim hujan baru bergerak. Pasalnya, sejumlah saluran di kawasan kota masih ditemukan dalam kondisi kotor dan dipenuhi sampah.

“Di kota ini ada bozem-bozem, ini perlu dinormalisasi sejak sekarang. Misalnya dikeruk atau dibersihkan, termasuk saluran masuk dan pembuangannya,” ujarnya.

Saat meninjau sejumlah titik, bozem di kawasan Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) menjadi perhatian. Tempat ini merupakan titik pertemuan aliran air dari Jalan Panglima Sudirman, Jalan Arif Rahman Hakim, hingga Jalan Kartini. Kondisi bozem tersebut harus dijaga agar kapasitas tampung air tetap optimal.

Selain itu, bozem di Jalan KH Abdul Karim juga perlu ditindaklanjuti, karena menampung aliran dari berbagai arah sebelum dialirkan ke laut. Pengerukan bozem dapat meningkatkan kapasitas tampung air, apalagi posisinya yang berada lebih tinggi sangat strategis untuk menahan debit air sebelum mengalir ke kawasan yang lebih rendah.

“Kalau diperdalam, bisa menampung lebih banyak air. Sehingga di kawasan bawah seperti Jalan Samanhudi, potensi banjir bisa turun,” ungkapnya.

Tak hanya mengandalkan pengerukan dan pembersihan saluran, DPRD juga meminta Pemkab memperkuat sosialisasi ke masyarakat. Kebiasaan membuang sampah ke saluran air masih menjadi persoalan yang memperparah genangan saat hujan turun.

Berita Terkait :  Diduga Selingkuh, Polres Sumenep Tetap Dua Guru jadi Tersangka

“Ini salah satu penyebab banjir, perlu diantisipasi sejak sekarang meski masih kemarau,” tegas Hamdi.

DPRD berharap seluruh pembenahan rampung sebelum musim hujan tiba. Dengan normalisasi sejak dini, kapasitas saluran dan bozem di kawasan perkotaan mampu menampung limpasan air lebih besar, sehingga ancaman banjir dapat ditekan secara signifikan. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!