27 C
Sidoarjo
Sunday, August 30, 2026
spot_img

Kejar 4 Emas PON, Ski Air Jatim Andalkan Telaga Ngipik

Gresik, Bhirawa — Telaga Ngipik di Kabupaten Gresik kembali menjadi kawah candradimuka para atlet ski air Jawa Timur. Di tengah riak air telaga, para atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur menggenjot latihan intensif sebagai bagian dari persiapan panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Tak hanya untuk PON, persiapan juga diarahkan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.

Ketua Umum Pengprov Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Jawa Timur, Baiq Vera Yolanda Sari yang akrab disapa Mayo, menjelaskan bahwa latihan di Telaga Ngipik diikuti tidak hanya atlet yang telah masuk program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda), tetapi juga atlet yang berlatih mandiri untuk menjaga performa sebelum masuk program resmi.

“Saat ini ada enam atlet ski air yang masuk Puslatda dan sudah menerima SK, lima dari Surabaya dan satu dari Sidoarjo. Para atlet lainnya juga tetap berlatih mandiri menjelang Puslatda Jatim untuk PON,” ujar Mayo.

Latihan mandiri dinilai penting untuk membangun modal fisik, teknik, dan mental yang matang. PSAWI pun mulai memetakan kekuatan untuk menghadapi persaingan di PON 2028, dengan target meraih empat medali emas. “Dengan kondisi atlet yang ada saat ini, kami realistis menargetkan empat emas,” tegasnya.

Namun ambisi tersebut dibayangi tantangan klasik pembinaan olahraga. Biaya sekali latihan bisa mencapai Rp2 juta, terutama untuk bahan bakar minyak dan honor pengemudi kapal, belum termasuk perawatan kapal serta fasilitas pendukung lainnya.

Berita Terkait :  JSSL Singapore 7’s 2025, MilkLife Shakers Semakin Kokoh di Puncak Klasemen Grup

Beban pembinaan semakin kompleks karena sebagian atlet sudah memasuki dunia kerja, sehingga harus membagi waktu antara pekerjaan dan latihan. “Ada atlet putri kami yang sudah menjadi dokter. Ini berkaitan dengan kebutuhan hidup,” tambah Mayo.

Di tengah keterbatasan, PSAWI Jatim tetap membuka ruang pembinaan luas. Salah satunya adalah atlet asal Ngawi yang diarahkan berlatih di Telaga Ngipik. Meski baru sekitar satu tahun berlatih, perkembangannya dinilai pesat dan ditargetkan mampu menembus podium. “Target kami, mereka masuk podium. Setidaknya mendapatkan uang saku yang bisa digunakan untuk latihan mandiri,” jelas Mayo.

Ia menegaskan bahwa Telaga Ngipik merupakan aset berharga yang harus terus dijaga dan dimanfaatkan untuk melahirkan prestasi. Para atlet tidak hanya dituntut berlatih keras, tetapi juga turut menjaga fasilitas yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang ski air Jawa Timur. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!