Jombang, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam mencegah anak putus sekolah melalui program Beasiswa Afirmasi. Hal tersebut dikatakan Gubernur Jatim saat menghadiri kegiatan di SMKN 3 Jombang, Jumat (28/8/2026).
Gubernur Khofifah mengatakan, program Beasiswa Afirmasi diberikan sebagai bentuk dukungan kepada para pelajar. Khususnya bagi mereka yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di luar biaya sekolah.
Khofifah menyampaikan, saat ini terdapat sekitar 50 ribu siswa SLB, SMA, dan SMK di Jatim yang mendapatkan dukungan program tersebut. Masing-masing penerima menerima bantuan sebesar Rp1 juta.
“Harapannya tidak ada anak-anak yang kemudian berhenti sekolah di tengah jalan. Pada dasarnya memang SPP sudah gratis, tapi kan ada kebutuhan transport, ada kebutuhan sepatu, ada kebutuhan buku,” tegasnya.
Gubernur Jatim menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memastikan para siswa tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga selesai.
Dikatakannya, pemberian Beasiswa Afirmasi dilakukan di berbagai daerah di Jatim. Kali ini, Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah yang menjadi sasaran penyaluran sekaligus apresiasi terhadap siswa berprestasi.
Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi kepada para pelajar yang telah mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dia menyoroti prestasi pelajar di bidang robotik yang berhasil meraih medali emas dalam olimpiade internasional. “Kalau yang robotik tadi itu gold medali internasional olimpiade. Kita bisa bayangkan bahwa anak-anak ini memiliki kecerdasan, keterampilan, dan skill yang luar biasa,” tuturnya.
Khofifah menyampaikan, prestasi tersebut bisa menjadi modal penting bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
Gubernur Jatim juga meminta para guru ikut mengawal pelajar berprestasi agar kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Ini sebetulnya menjadi pintu pembuka untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri jalur prestasi,” kata Gubernur Jatim.
“Jadi ini yang harus dikawal oleh para guru-guru supaya mereka nanti betul-betul bisa masuk pada perguruan tinggi yang diharapkan, yang bisa menjadi pembuka pintu tercapainya cita-cita mereka,” sambungnya.
Gubernur Jatim menambahkan, pelajar yang berhasil meraih medali emas di tingkat nasional maupun internasional memiliki peluang untuk memperoleh beasiswa melalui jalur prestasi.
“Anak-anak yang dapat gold medal nasional itu sudah punya peluang untuk mendapatkan beasiswa jalur prestasi, apalagi yang internasional,” ungkapnya.
Melalui program Beasiswa Afirmasi dan dukungan terhadap pelajar yang berprestasi, Pemprov Jatim berharap semakin banyak anak di Jawa Timur yang dapat menyelesaikan pendidikan sekaligus memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan meraih cita-cita. [rif.kt]



