27 C
Sidoarjo
Thursday, August 27, 2026
spot_img

Respon Darurat Kekeringan, Pemkab Pasuruan Bangun 32 Tandon Air Permanen di Empat Kecamatan

Pemkab Pasuruan, Bhirawa. – Pemkab Pasuruan mengambil langkah konkret dan permanen untuk menangani krisis air bersih yang saban tahun membelit kawasan rawan kekeringan. Melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Pemkab Pasuruan resmi mengoperasikan 32 unit tandon air permanen berkapasitas besar yang tersebar di 15 desa terdampak parah.

Infrastruktur pasokan air darurat itu secara intensif mulai beroperasi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat sejak awal Agustus 2026. Penempatan tandon disebar di empat wilayah kecamatan yang memiliki titik kerawanan paling tinggi, yakni Kecamatan Lumbang, Winongan, Pasrepan dan Kejayan. Dari total 32 unit tandon, porsi pembangunan terbanyak dialokasikan ke wilayah Kecamatan Lumbang dan Pasrepan.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, menyampaikan konsentrasi pembangunan fisik tandon memang sengaja dipusatkan di Lumbang dan Pasrepan.

Hal itu karena secara geografis dan historis, porsi desa terdampak kekeringan paling dominan berada di kedua area pegunungan dan perbukitan tersebut.

”Paling banyak dibangun di Lumbang dan Pasrepan karena jumlah desa yang dilanda kekeringan di dua kawasan tersebut memang sangat dominan dibanding wilayah lain,” ujar Eko, Kamis (27/8).

Eko menjelaskan, percepatan pembangunan puluhan penampung air berkapasitas masing-masing 5.100 liter itu merupakan instruksi langsung dari Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo.

Orang nomer satu di Kabupaten Pasuruan ini meminta agar persoalan kekeringan tidak lagi disikapi dengan penanganan sementara yang sporadis, melainkan harus ada solusi fisik yang langsung menampung suplai air secara masif.

Berita Terkait :  Diskusi Peserta Parlemen Remaja Terbaik, Ketua DPR RI Bicara Wakil Rakyat Diserang Hoaks

Guna menjamin kelangsungan pasokan air di dalam tandon, Pemkab Pasuruan menerapkan mekanisme penanganan terpadu. Dinas Cipta Karya bertanggung jawab atas penyediaan dan pembangunan fisik tandon, sementara pengisian air bersih secara rutin diserahkan sepenuhnya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan.

BPBD menyiagakan armada truk tangki yang siap beroperasi setiap hari selama masa tanggap darurat kekeringan berlangsung, maupun merespons permintaan mendadak dari warga lokal.

Untuk merealisasikan 32 tandon air permanen ini, Pemkab Pasuruan mengucurkan anggaran sekitar Rp1,1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2026.

Kepala Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang, Achmad Ridwan, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan atas realisasi proyek air bersih tersebut.

Menurut Ridwan, kehadiran tandon permanen berkapasitas besar ini membawa dampak signifikan. Keunggulannya tidak hanya dirasakan saat puncak musim kemarau, melainkan juga berdaya guna pada musim penghujan sebagai sarana penampungan air cadangan desa. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!