H Adi Wibowo – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, komitmen untuk memuliakan rakyat dan mengentaskan kemiskinan terus dirawat oleh Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo.
Pria yang akrab disapa Mas Adi ini turun langsung menyapa warga di kawasan Blandongan, Kota Pasuruan untuk menyerahkan bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026.
Langkah Mas Adi menyusuri permukiman warga bukan sekadar menjalankan agenda birokrasi, melainkan wujud kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat (khadimul ummah).
Bagi Mas Adi, rumah bukan sekadar tempat berteduh dari hujan dan panas, melainkan pondasi utama dalam membangun keluarga yang sehat, berdaya, dan bermartabat.
“Alhamdulillah di tahun 2026 ada 150 RTLH yang bisa kita eksekusi untuk bantuannya dari sekian banyak PR kita, rumah-rumah yang masih tidak layak huni yang ada di Kota Pasuruan,” tutur Mas Adi penuh rasa syukur saat menyerahkan bantuan secara simbolis, Kamis (13/8).
Tahun ini, sebanyak 150 unit rumah yang tersebar secara adil di empat kecamatan mendapatkan alokasi perbaikan dari APBD Kota Pasuruan.
Mas Adi menekankan seluruh proses seleksi penerima manfaat didasarkan pada data dan kriteria yang ketat, guna memastikan prinsip keadilan sosial dan amanah anggaran benar-benar terwujud.
“Dari 150 penerima manfaat ini terbagi di empat kecamatan dan bantuan ini menyangkut infrastruktur rumah. Harapannya adalah ini dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tepat sasaran,” urai Mas Adi.
Untuk menjaga prinsip keberlanjutan dan ketepatan sasaran, Pemkot Pasuruan memberlakukan ketentuan jeda minimal 10 tahun bagi penerima bantuan untuk bisa mengajukan kembali program serupa.
Hal tersebut dilakukan agar kebaikan dan intervensi pemerintah dapat bergantian merangkul warga lain yang membutuhkan.
Di hadapan jajaran Forkopimda, pejabat daerah, hingga para tokoh masyarakat setempat, sosok pemimpin muda ini menyelipkan pesan moral yang menyejukkan.
Mas Adi mengajak warga penerima manfaat untuk terus bersyukur dengan cara merawat dan menjaga kebersihan hunian yang telah diperbaiki.
“Rawat dengan baik, mulai dari kebersihannya, memanfaatkan asetnya. Ini salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi kemiskinan,” kata Mas Adi.
Pejabat nomer satu di Kota Pasuruan itu juga mengingatkan bahwa kebersihan adalah bagian dari cerminan kualitas hidup dan keimanan.
Seiring dengan keberhasilan Kota Pasuruan mempertahankan predikat Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara kesadaran hidup bersih dan menjaga lingkungan.
“Tentu sebenarnya Kota Pasuruan ini ODF. Maka penting sekali kita terus memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, merawat apa yang sudah kita miliki,” tegas Mas Adi. [hil]


