28.1 C
Sidoarjo
Tuesday, August 11, 2026
spot_img

Mentan Tinjau Sawah Kekeringan di Gresik, Pompa dan Sumur Dangkal Disiapkan

Gresik, Bhirawa — Pemerintah bergerak cepat menangani ancaman kekeringan yang melanda lahan pertanian di wilayah selatan Kabupaten Gresik. Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, turun langsung mengecek kondisi lahan pertanian di kawasan Ngablak, Desa Bulangkulon, Kecamatan Benjeng, Selasa (12/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mentan didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, jajaran Dinas Pertanian Gresik, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti.

“200 hektare ini kita tidak boleh anggap remeh. Sekecil apa pun, kita harus bisa memberikan solusi di lapangan. Pemerintah harus hadir memberikan solusi secara cepat dan langsung di lapangan, agar petani tetap dapat mengakses air untuk mengairi sawahnya,” ujar Amran.

Untuk mengatasi kekeringan, pemerintah menyiapkan dua skema pengairan:

– ✅ Lahan yang masih memiliki sumber air di sekitar persawahan → mendapatkan bantuan pompa untuk mengalirkan air ke area yang mengalami kekeringan

– ✅ Lahan yang tidak memiliki sumber air di sekitar persawahan → ditangani melalui pembangunan sumur dangkal

Langkah tersebut dinilai menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan. Penanganan kekeringan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga produksi pangan nasional di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Berita Terkait :  Mendikdasmen dan Mendagri Kukuhkan Komitmen Bersama SPMB

Mentan menegaskan pemerintah tidak boleh lengah, meski kondisi produksi beras saat ini relatif aman. Untuk Jawa Timur, produksi beras mencapai sekitar 1,3 juta ton — angka yang merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah.

“Alhamdulillah, saat ini untuk Jawa Timur berasnya 1,3 juta ton. Dan ini tertinggi sepanjang sejarah, jadi kita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah,” tegas Amran.

Selain persoalan pengairan, pemerintah juga berencana menyederhanakan regulasi bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Kebijakan ini disiapkan agar buruh tani juga dapat memperoleh bantuan alat pertanian, dengan mekanisme pengajuan yang lebih sederhana — cukup melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), sehingga proses penyaluran dapat dilakukan lebih cepat kepada petani yang membutuhkan.

Ditambahkan Amran, terkait kendala pembangunan kolam retensi, pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur dan meminta pemerintah daerah menyampaikan surat resmi. Hal ini agar persoalan tersebut dapat segera dikoordinasikan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Titik, tidak usah basa-basi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Eko Anindito Putro menyampaikan bahwa bantuan pompa akan sangat membantu petani, khususnya di wilayah yang masih memiliki sumber air namun belum mampu mengalirkannya ke lahan pertanian. Pemerintah Kabupaten Gresik juga telah menerima bantuan meliputi 54 unit irigasi perpompaan, 9 unit air perpipaan, dan 12 unit rehabilitasi irigasi tersier. Diharapkan ancaman kekeringan dapat ditekan, sehingga tidak mengganggu produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Gresik dan Jawa Timur. [kim.kt]

Berita Terkait :  DPRD Jatim Minta Pemerintah Pusat Tingkatkan Status PMK

Berita Terkait

1 COMMENT

  1. Hubungi Layanan Customer Service (CS) EasyCash – Call Center EasyCash Di Via Telpon/WhatsApp: (.0821•6378•917.) CS Resmi (.0821_7142_936.)). Customer service Resmi Dapat kamu Hubungi layanan Real time 24jam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!