26.6 C
Sidoarjo
Monday, August 10, 2026
spot_img

Ribuan Anak Balita dan Ibu Hamil di Tulungagung Jadi Sasaran PMT Lokal


Tulungagung, Bhirawa – Sebanyak 5.983 anak balita (bawah lima tahun) dengan masalah gizi dan ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) menjadi sasaran program pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal di Kabupaten Tulungagung pada tahun 2026 ini.

Dalam program ini , mereka mendapat tambahan makanan berupa kudapan selain juga makanan lengkap.

Ketua Tim Kerja Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Yanies Lusiana Indah, Selasa (10/8), mengungkapkan ada empat sasaran dalam PMT lokal.

“Empat sasaran itu adalah balita dengan berat badan tidak naik, balita dengan gizi kurang, balita dengan berat badan kurang dan ibu hamil KEK,” ujarnya.

Namun demikian, Ia menyebut tidak semua anak balita dengan masalah gizi dan ibu hamil KEK masuk dalam program PMT lokal yang dibiayai oleh Kementerian Kesehatan RI tersebut. Di Tulungagung, dari 18.883 anak balita dengan masalah gizi dan ibu hamil, baru 5.983 di antaranya yang dapat ditangani Kementerian Kesehatan RI.

“Sisanya diharapkan dapat dipenuhi dari dana desa atau CSR di desa bersangkutan. Jadi yang belum, harapannya dari dana desa dan CSR,” paparnya.

Saat ini program PMT lokal di Tulungagung sudah berjalan. Menurut Yanies, PMT di Kota Marmer mulai berjalan pada akhir bulan Juli 2026 lalu.

“Dan dalam minggu-minggu ini hampir semua desa memulai,” terangnya.

Perempuan berjilbab ini mengatakan program PMT lokal tidak bersinggungan dengan program MBG (makan bergizi gratis), meski sama-sama diberikan setiap hari.

Berita Terkait :  Wabup Asluchul Alif Lantik Pengurus BAMAG Gresik Periode 2025 - 2030

“PMT kan berupa kudapan. Sedang untuk satu hari pemberian makanan lengkapnya tidak dilakukan berbarengan dengan saat pembagian MBG. Diberikan ketika MBG libur, yakni pada hari Sabtu atau Minggu,” paparnya.

Menjawab pertanyaan, Yanies membeberkan untuk balita dengan berat badan tidak naik diberikan PMT selama 14 hari berturut turut. kemudian, balita dengan gizi kurang (56 hari), balita dengan berat badan kurang (28 hari) dan ibu hamil KEK (120 hari).

“PMT dilakukan sampai tuntas. Seperti jika balita dengan berat badan tidak naik masih tidak naik juga setelah 14 hari, akan dilakukan kembali PMT selama 14 hari berikutnya,” katanya.

Ada pun kudapan yang diberikan di program PMT lokal, lanjut Yanies bisa berupa bakso, kue nogosari, rolade, nuget dan dimsum. Bukan lagi kudapan dari pabrikan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Soal penyedia kudapan dan makanan lengkap di program PMT lokal, ia mengatakan pokmas dan perusahaan katering desa setempat. Mereka sudah diberi pelatihan terkait penjamah makanan dan gizi.

“Bahkan yang untuk katering dilakukan dengan proses e-katalog pengadaannya,” ucapnya. [wed.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!