32.2 C
Sidoarjo
Thursday, August 6, 2026
spot_img

Mengulik Program Unggulan SMA Negeri 2 Bondowoso

Buktikan Konsistensi Kelas Dunia, Dalam Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen

Bondowoso, Bhirawa – Ini kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan di Kota Tape Bondowoso. Itu terungkap setelah  proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Ijen yang berlangsung Kamis (6/8) menempatkan SMAN 2 Bondowoso (SMADA) sebagai salah satu titik penilaian strategis yang turut menentukan nasib status kelas dunia kawasan geopark kebanggaan Jawa Timur tersebut.

Menurut Holifah Nurazizah, Kepala SMADA Bondowoso, kehadiran sekolah unggulan  ini dalam rangkaian evaluasi empat tahunan itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, SMADA telah lama menjadikan program Geopark Integrated School sebagai salah satu program unggulan yang dikembangkan secara berkelanjutan.

“Dalam sesi penilaian yang dihadiri langsung oleh tim asesor dan observer internasional, yakni Andreas Schuller dari Jerman dan Li Yue dari Tiongkok. Selain itu juga didampingi perwakilan Badan Geologi Aries Kusworo dan perwakilan Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) Ella Ubaidi, SMADA menampilkan kesiapan yang matang,” tutur Olif, sapaan akrabnya.

Masih kata Holifah, para duta sekolah yang telah dibekali pemahaman kebumian dan kepariwisataan geopark tampil mendampingi tim asesor dan observer sepanjang proses kunjungan, disana  menjelaskan berbagai capaian integrasi pendidikan lingkungan yang telah dijalankan sekolah selama ini.

“Salah satu momen yang menarik perhatian tim penilai adalah penampilan hasil karya budaya khas Bondowoso yang digarap langsung oleh siswa SMADA. Karya batik Bondowoso dan kesenian Singo Ulung ditampilkan sebagai buktinyata bahwa pelestarian warisan geologis tidak berjalan sendiri, melainkan berpadu erat dengan pelestarian warisan budaya lokal,” ujar mantan Kepala SMAN 1 Tapen, Bondowoso itu.

Berita Terkait :  Untag Surabaya Buka Fakultas Kedokteran Kuota 50 Mahasiswa

Perihal perpaduan ini, aku Olif, menjadi representasi konkret dari semangat geopark yang tidak hanya berbicara soal keunikan bentang alam, tetapi juga keterkaitannya dengan identitas budaya masyarakat sekitar.

“Keunggulan lain yang turut menjadi sorotan adalah keberadaan Geopark Corner, sebuah ruang khusus di lingkungan sekolah yang berfungsi ganda sebagai pusat informasi seputar Ijen UGGp sekaligus ruang belajar interaktif bagi siswa,” ulasnya.

Melalui Geopark Corner, ungkap Bendahara MKKS SMAN Kabupaten Bondowoso itu, siswa SMADA dapat mengakses berbagai materi edukasi kebumian, dokumentasi kegiatan konservasi, hingga informasi geosite yang tersebar di kawasan Ijen, termasuk Geosite Blawan yang selama ini menjadi salah satu materi ajardalam kurikulum Sosiologi kelas XII di sekolahtersebut.

Holifah Nurazizah kembali menegaskan bahwa keterlibatan sekolah dalam proses revalidasi ini merupakan buah dari komitmen jangka panjang lembaga dalam mengintegrasikan isu kebumian dan konservasi lingkungan ke dalam praktik pendidikan sehari hari.

“Program Geopark Integrated School tidak sekadar formalitas administratif, melainkan telah menjelma menjadi ekosistem pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, mulai dari riset sederhana, produksi karya budaya, hingga peran sebagai duta yang mampu mengomunikasikan nilai nilai geopark kepada pihak luar, termasuk tim penilai internasional,” beber Olif lagi.

Revalidasi UNESCO sendiri, kata Holif, merupakan mekanisme evaluasi berkala yang wajib dijalani setiap kawasan geopark dunia setiap empat tahun sekali, dengan lima aspek fundamental sebagai tolok ukur, yaitu konsistensi pelestarian alam, edukasi publik, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, dan inklusivitas tata kelola kawasan.

Berita Terkait :  Bank Jatim Serahkan Donasi ke Yayasan Bina Karya Mandiri

‘Hasil akhir dari proses ini akan menentukan status Ijen UGGp melalui sistem tiga kartu, yakniKartu Hijau yang berarti perpanjangan status penuh selama empat tahun ke depan, Kartu Kuning yang mengharuskan perbaikan sesuai rekomendasi dalam batas waktu tertentu, atau Kartu Merah yang berujung pada pencabutan status geopark dunia,” terangnya.

Wanita berhijab itu melanjutkan, kontribusi SMADA dalam aspek edukasi publikdan pemberdayaan masyarakat inilah yang dinilai memperkuat posisi Ijen UGGp di mata tim asesor. Sebagai satu satunya sekolah yang menjadi kawasan percontohan Geopark Integrated School di wilayah Bondowoso.

“Adanya keterlibatan aktif SMADA menunjukkan bahwaupaya pelestarian geopark tidak hanya bertumpu pada pengelola kawasan wisata, tetapi juga melibatkan institusi pendidikan sebagai mitra strategis dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap warisan alam dan budaya daerahnya sendiri,” tuturnya.

Dengan rekor skor evaluasi tertinggi di antara seluruh Global Geopark Indonesia, urai Olif,  pada periode sebelumnya, optimisme untuk kembali meraih Kartu Hijau pada revalidasi kali ini pun menguat. Peran SMAN 2 Bondowoso melalui program Geopark Integrated School, lanjutnya, lengkap dengan duta sekolah, karya budaya siswa, dan Geopark Corner.

“Ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelestarian warisan dunia mampu berjalan beriringan, sekaligus mempertegas komitmen Bondowoso dalam menjaga status kelas dunia Ijen UNESCO Global Geopark,” pungkas Olif.  [awi.kt]

Berita Terkait :  MTs Madrasatul Qur'an Tebuireng Jombang Gelar Matsama Tapel 2024 - 2025

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!