28.9 C
Sidoarjo
Wednesday, August 5, 2026
spot_img

KOMPETISI MENGUJI HASIL, PEMBINAAN MENENTUKAN MASA DEPAN

Refleksi Hasil Bhajay Cup 2026 Cabor Sepak Takraw.

Penulis:

Dr. Muhammad Muhyi S.Pd. M.Pd

Dosen Prodi Penjas Program Magister Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

BINPRES PSTI Jawa Timur.

 Beberapa hari yang lalu telah dilaksanakan kejuaraan sepak takraw dalam rangka hari ulang tahun ke 60 Korem  084 Bhaskara Jaya Tahun 2026 atau dinamakan Bhajay Cup 2026, tepatnya pada tanggal 27-28 Juli 2026 yang digelar di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik yang diikuti oleh tim Sepak Takraw se Bakorwil 2, dengan peserta klub dari Persatuan Sepak Takraw (PSTI) Kabupaten Jombang, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto dan Kota Mojokerto serta Gresik. Hasil dari pertandingan adalah PSTI Kabupaten Gresik Juara 1, dikuti oleh PSTI Kabupaten Tuban Juara 2 dan PSTI Kab Mojokerto Juara 3.   

Berdasarkan hasil kejuaraan tersebut yang dapat dikatakan sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi, sukses data, serta sukses hasil pembinaan pada cabang olahraga sepak takraw. Kalau mengamati hasil kejuaran di Bhajay Cup 20206 cabang olahraga sepak takraw yang pada dasarnya telah mempertemukan atlet-atlet terbaik dari 6 kabupaten. Selama pertandingan berlangsung terlihat semangat juang sebagai patriot olahraga untuk meraih juara, ada kerjasama tim tampak menarik diamati, ada kualitas teknik yang terus diasah dan berkembang makin lebih baik. Dibalik perebutan gelar juara, kalau ditelaah lebih mendalam kompetisi sesungguhnya menghadirkan ruang yang lebih penting, yakni mengukur sejauh mana proses pembinaan telah berjalan di masing-masing daerah tersebut.  

Berita Terkait :  Tingkatkan Kualitas Pembelajaran untuk Masa Depan

Hasil dari Bhajay Cup 2026 adalah tim sepak takraw terbaik yang kita ketahui sebagai juara, dan pada dasarnya kalau di telaah lebih mendalam sesungguhnya juara adalah konsekuensi dari proses, setelah menang tantangannya adalah terus berusaha mempertahankan budaya pembinaan sepak takraw yang sudah berjalan baik dan diikuti dengan hasil yang baik pula. Pertandingan kalau dikaji secara lebih mendalam adalah alat evaluasi bukan tujuan akhir, kompetisi menguji hasil latihan, menguji kesiapan mental, menguji strategi, menguji kerjasama tim, menguji kualitas pelatih sepak takraw, dan menguji sistem pembinaan pada atlet sepak takraw. Jelas menggambarkan bahwa lapangan pertandingan yang mempertandingkan banyak tim di sepak takraw yang telah selesai dilaksanakan tidak pernah berbohong, ia menunjukkan hasil dari proses yang dijalani  dan ditempa selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Bhajay Cup 2026 di WEP Gresik, telah memberikan suatu gambar nyata  dan  sekaligus inspiratif tentang sistem pembinaan yang berkelanjutan, bagaimanapun juga  juara bukan lahir dalam satu hari, tetapi dari pembinaan usia dini, pelatihan yang konsisten, kompetisi yang rutin, dukungan PSTI kabupaten dan kota, ilmu keolahragaan yang terus berkembang dan diterapkan, serta regenerasi atlet. Pengalaman saya mendampingi pembinaan sepak takraw dari perspektif Binpres PSTI menunjukkan bahwa prestasi tidak lahir secara kebetulan, atlet sepak takraw yang tampil percaya diri di lapangan umumnya merupakan hasil dari latihan yang terencana, evaluasi yang berkelanjutan dan dukungan pembinaan yang konsisten ditempat latihan di daerah.

Berita Terkait :  Petani Berdaya untuk Indonesia Berdaulat

Hasil  Bhajay Cup tahun  2026, menunjukkan adanya daerah yang berhasil mempertahankan kualitas pembinaan dengan baik, dan bagi tim yang telah meraih kemenangan tidak seharusnya menjadi alasan cepat berpuas diri, sementara daerah lain yang belum meraihnya juga tidak perlu berkecil hati, kompetisi jusru menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pembinaan pada kesempatan beirkutnya.

Harus di sadari dan dipahami, bahwa juara sangat memungkinkan untuk berganti setiap musim, tetapi pembinaan yang baik akan terus melahirkan prestasi terbaiknya, karena itu keberhasilan sebuah kompetisi tidak hanya diukur dari siapa yang naik podium, melalinkan seberapa besar kompteisi tersebut mampu mendorong lahirnya pembinaan yang berkelanjtuan. Dari Bhajay Cup 2026, untuk ktia semua pada intinya telah memberikan makna dan arti yang sangat penting dan medasar bahwa kompetisi memang menguji hasil, tetapi pembinaanlah yang menentukan dan mengantarkan masa depan prestasi olahraga. Jadi prestasi mungkin dimenangkan di lapangan, tetapi masa depan olahaga ditentukan oleh kualtias pembinaan yang dilakukan jauh sebelum wasit meniupkan pertama dibunyikan. Dengan demikian dapat diartikan Bhajay Cup 20026 ikut memperkuat arah baru pembinaan sepak takraw Jawa Timur, tentunya sesuai dengan visi PSTI Jawa Timur yang disampaikan oleh Ketua  Umum PSTI Jawa Timur Bapak Dr. Aries Agung Paewai yang fokus pada mesin organisasi PSTI di daerah terus bergerak, dibuktikan dengan Bhajaya Cup yang diikuti oleh peserta dari beberapa PSTI Kabupaten di Jawa Timur, turnamen sepak takraw yang bergerak menuju liga dan festival mulai  diselenggarakan di berbagai kabupaten termasuk Bhajay Cup di Kabupten Gresik. Rebranding olahraga sepak takraw pada Gen Z dan mengembangkan sepak takraw di tingkat SMA dan SMK untuk dijadikan lumbung atlet terus dilakukan sehingga melahirkan talenta muda sepak takraw Jawa Timur yang berprestasi. Salam olahraga. *

Berita Terkait :  Makan Bergizi Gratis di Simpang Jalan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!