27.8 C
Sidoarjo
Monday, August 3, 2026
spot_img

Provinsi Jawa Timur Deflasi 0,26 Persen pada Juli 2026

Pemprov Jatim, Bhirawa. – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat Provinsi Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,26 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Juli 2026. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat 1,48 persen, sedangkan inflasi tahunan (year-on-year/y-to-y) mencapai 2,87 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,88.

“Deflasi Juli 2026 terutama dipicu turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas yang paling besar menyumbang deflasi antara lain bawang merah, cabai rawit, cabai merah, telur ayam ras, tomat, daging ayam ras, jagung manis, serta emas perhiasan,” jelas Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati, Senin (3/8/2026).

Di sisi lain, sejumlah komoditas masih memberikan tekanan inflasi, seperti bensin, beras, bawang putih, daging sapi, laptop atau notebook, bimbingan belajar, dan sekolah dasar. Meski secara bulanan terjadi deflasi, tekanan harga secara tahunan masih tercatat sebesar 2,87 persen. BPS mencatat kenaikan harga terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran.

Inflasi tertinggi berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,98 persen, disusul transportasi sebesar 6,09 persen, kesehatan sebesar 2,42 persen, makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,35 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,32 persen. Komoditas yang paling besar mendorong inflasi tahunan meliputi emas perhiasan, angkutan udara, bensin, beras, minyak goreng, daging sapi, nasi dengan lauk, telepon seluler, daging ayam ras, dan tahu mentah.

Berita Terkait :  Forum COP 30 Brazil, PT Petrokimia Gresik Komitmen Dekarbonisasi Strategi Ekonomi Sirkular

Sebaliknya, telur ayam ras, tomat, bawang merah, kelapa, dan cabai rawit menjadi komoditas yang menahan laju inflasi sepanjang setahun terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan di 11 kabupaten/kota yang menjadi sampel Indeks Harga Konsumen (IHK), seluruh wilayah mengalami inflasi tahunan. Kota Surabaya mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,45 persen dengan IHK 112,43, diikuti Sumenep sebesar 3,42 persen.

Sementara itu, Banyuwangi menjadi daerah dengan inflasi terendah, yakni 1,73 persen. Adapun secara bulanan, seluruh daerah sampel mengalami deflasi, dengan penurunan terdalam terjadi di Sumenep sebesar 0,57 persen. Data BPS juga menunjukkan penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura selama Juli 2026 berkontribusi terhadap deflasi bulanan. Sebaliknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, bawang putih, dan daging sapi masih mengalami kenaikan harga sehingga tetap memberikan andil terhadap inflasi.

Kondisi tersebut mencerminkan dinamika harga kebutuhan masyarakat yang masih dipengaruhi perubahan pasokan dan pergerakan harga berbagai komoditas sepanjang Juli 2026.[rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!