31.1 C
Sidoarjo
Friday, July 31, 2026
spot_img

Terungkap Program Home Care Gus Fawait untuk Warga Jember, Kisah Masa Kecilnya Bikin Haru

Surabaya, Bhirawa – Di balik peluncuran Program Home Care Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, tersimpan kisah masa kecil yang membekas di hati Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait.

Bukan sekadar program pelayanan kesehatan, Home Care lahir dari kenangan Gus Fawait saat tumbuh sebagai anak desa. Ia masih mengingat bagaimana tetangga-tetangganya di pelosok kampung memilih menahan sakit di rumah karena tidak sanggup menanggung biaya menuju puskesmas atau rumah sakit, meski pemerintah saat itu telah menyediakan surat keterangan miskin.

“Yang membuat mereka tidak berangkat bukan karena biaya berobatnya, tetapi ongkos menuju rumah sakit, meninggalkan pekerjaan, dan keluarga yang ditinggal juga kehilangan penghasilan. Itu yang terus saya ingat sampai sekarang,” tutur Gus Fawait saat ditemui Bhirawa di Surabaya, Jumat (31/7).

Pengalaman itulah yang kemudian melahirkan gagasan agar pelayanan kesehatan tidak lagi menunggu warga datang, melainkan negara yang hadir mendatangi mereka.

“Kalau orang yang mampu punya dokter keluarga, maka keluarga yang tidak mampu juga harus punya dokter keluarga. Itulah semangat keadilan sosial yang ingin kami wujudkan,” tegasnya.

Program Home Care menjadi salah satu implementasi visi pembangunan Kabupaten Jember sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan pelayanan kesehatan.

Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan (nakes) diterjunkan untuk menjalankan program ini. Mereka mendatangi rumah-rumah warga yang masuk kategori prioritas, melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, hingga menentukan apakah pasien memerlukan penanganan lanjutan.

Berita Terkait :  Buka FKP Rancangan Awal RKPD 2026, Bupati Madiun Paparkan Visi Misi Bersahaja

Jika dibutuhkan, pasien akan langsung dikonsultasikan dengan dokter spesialis maupun subspesialis melalui layanan telemedicine atau panggilan video yang terhubung dengan tiga rumah sakit milik pemerintah.

Tak hanya itu, obat-obatan juga akan diantar langsung ke rumah pasien sehingga mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi ataupun meninggalkan pekerjaan demi mendapatkan pelayanan kesehatan.

Namun bagi Gus Fawait, Home Care bukan hanya soal memeriksa kondisi fisik pasien.
Petugas juga akan melihat apakah keluarga tersebut memiliki kecukupan pangan. Bila ditemukan keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, pemerintah akan menyalurkan bantuan sembako.

Bahkan kondisi rumah warga juga menjadi perhatian. Rumah yang dinilai tidak layak huni akan diusulkan masuk dalam berbagai program bantuan pemerintah, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Jember.

“Karena ketika tulang punggung keluarga sakit, biasanya bukan hanya kesehatan yang terganggu, tetapi ekonomi keluarga juga ikut terdampak. Maka Home Care ini memiliki efek yang lebih luas daripada sekadar pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Pada tahap awal, Pemkab Jember memprioritaskan lima kelompok masyarakat, yakni lansia yang hidup sendiri, balita stunting, ibu hamil berisiko tinggi, penyandang disabilitas dengan penyakit penyerta, serta warga miskin ekstrem yang menderita penyakit menahun.

Masyarakat di luar kategori pun juga tetap dapat mengakses layanan melalui hotline pengaduan Wadul Gus’e, yang telah disosialisasikan melalui berbagai media dan kendaraan operasional Home Care.

Berita Terkait :  Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo, Gus Fawait Pimpin Langsung Pelayanan Homecare di Rambipuji

Gus Fawait memastikan seluruh layanan diberikan secara gratis. Program ini juga tidak akan mengganggu pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit karena memanfaatkan armada kendaraan milik organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah tersedia.

“Mobilnya bukan mobil baru. Kita memanfaatkan kendaraan yang sudah ada agar anggaran lebih efisien. Yang terpenting adalah pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Saat ini cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jember telah mencapai sekitar 80 persen atau berstatus Universal Health Coverage (UHC).

Namun, menurut Gus Fawait, apabila masih ada warga yang belum aktif kepesertaan BPJS Kesehatannya, hal itu tidak akan menjadi penghalang untuk memperoleh layanan Home Care.

“Home Care saya pastikan gratis. Yang paling penting adalah negara hadir ketika masyarakat membutuhkan. Inilah wujud nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (geh.kt)

Berita Terkait

4 COMMENTS

  1. Untuk membuka blokir akun Bank JAGO terkunc akibat salah password Dapat dilakukan Via WhatsApp resmi Bank Jago +6282170960691 atau Tanya Jago di +628218154415 / 1500-746, Anda juga bisa datang langsung ke kantor cabang terdekat atau coba opsi reset password di aplikasi (JAGO) Mobile melalui halaman login.

  2. Untuk membuka blokir akun Bank JAGO terkunci akibat salah PIN 3kali. Dapat dilakukan Via WhatsApp resmi Bank Jago +6282170960691 atau Tanya Jago di +628218154415 / 1500-746, Anda juga bisa datang langsung ke kantor cabang terdekat atau coba opsi reset password di aplikasi (JAGO) Mobile melalui halaman login.

  3. Untuk membuka blokir akun Bank JAGO terkunci salah password 3kali. Dapat dilakukan Via WhatsApp resmi Bank Jago +6282170960691 atau Tanya Jago di +628218154415 / 1500-746, Anda juga bisa datang langsung ke kantor cabang terdekat atau coba opsi reset password di aplikasi (JAGO) Mobile melalui halaman login.

  4. Untuk membuka blokir akun Bank JAGO terkunci salah kode autentikasi. Dapat dilakukan Via WhatsApp resmi Bank Jago +6282170960691 atau Tanya Jago di +628218154415 / 1500-746, Anda juga bisa datang langsung ke kantor cabang terdekat atau coba opsi reset password di aplikasi (JAGO) Mobile melalui halaman login.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!