27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, July 29, 2026
spot_img

Menara Air Pemkab Pasuruan Mulai Mengalir ke Rumah Warga


Kab Pasuruan, Bhirawa – Senyum lega menyungging dari wajah Mat Kholil (53). Warga RT 6 RW 1 Dusun Kenep, Desa Kenep, Kecamatan Beji itu kini tak perlu lagi pusing memikirkan krisis air bersih saat musim kemarau tiba.

Jika dulu ia harus bergelut dengan sumur dangkal yang mengering atau bergantung pada aliran sungai yang surut, kini kran air bersih sudah mengalir deras langsung di dalam rumahnya.

“Alhamdulillah, sejak Juni lalu sudah nyambung ke rumah. Airnya bening sekali, bisa buat minum, mencuci, sampai siram-siram. Dulu kalau kemarau repot betul, sumur dalam tapi tak ada airnya, sungai juga kering,” ujar Kholil saat ditemui sejumlah wartawan, Rabu (29/7).

Perubahan hidup yang dirasakan Kholil dan ratusan warga Beji tersebut merupakan buah dari program strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan.

Melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Dinas CKTR), Pemkab Pasuruan gencar membangun infrastruktur menara air dan jaringan perpipaan di wilayah-wilayah yang selama ini rawan krisis air bersih.

Untuk anggaran tahun 2026 ini, Pemkab Pasuruan menargetkan enam desa prioritas sebagai sasaran program penyediaan dan pengelolaan air bersih.

Keenam desa tersebut tersebar di berbagai wilayah rawan kekeringan, yaitu Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi, Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan, Desa Klangrong, Kecamatan Kejayan, Desa Lorokan, Kecamatan Kejayan serta Desa Kenep, Kecamatan Beji

Berita Terkait :  Bapelitbangda Rumuskan RPJPD, Usung Visi Kota Madiun Maju Mendunia

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, melalui Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, Widya Purwanti, menyampaikan pembiayaan proyek vital ini mengandalkan sinergi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pasuruan serta Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026.

Hingga akhir Juli ini, pengerjaan di mayoritas lokasi dilaporkan hampir tuntas 100 persen.

“Pengerjaannya sudah selesai di lima desa. Saat ini hanya menyisakan proyek di Desa Lorokan, Kecamatan Kejayan yang masih terus berjalan (on progress),” kata Widya saat meninjau langsung pemanfaatan menara air di Dusun Kenep, Desa Kenep, Kecamatan Beji.

Widya menjelaskan, pembangunan ini tidak hanya fokus pada konstruksi fisik menara air sem semata, tetapi dibangun secara terintegrasi hingga ke Sambungan Rumah (SR).

Skema pipa distribusi dipasang agar air bisa langsung dimanfaatkan warga tanpa perlu bersusah payah mengangkut dari lokasi tandon.

“Sistem kerjanya, air disedot dari sumur dalam menggunakan pompa, lalu dinaikkan dan ditampung ke dalam menara air. Dari menara yang posisinya tinggi ini, air dialirkan memanfaatkan gravitasi menuju rumah-rumah warga,” imbuh Widya.

Secara teknis, satu unit menara air dirancang memiliki kapasitas tampung mencapai 8 meter kubik atau setara 8.000 liter air bersih.

Kapasitas ini terbukti efektif untuk menyuplai kebutuhan harian hingga 200 Kepala Keluarga (KK) di tingkat RT maupun RW.

Berita Terkait :  Berantas Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan, Perlu Sinergi Lintas Sektor

“Tentu menyesuaikan dengan kepadatan warga di lingkungannya. Tapi patokannya, satu menara air kapasitas 8.000 liter ini mampu mencukupi kebutuhan air bersih untuk sekitar 200 KK,” urai Widya.

Sukses di enam desa awal tak lantas membuat Dinas CKTR Kabupaten Pasuruan berpuas diri. Widya menegaskan intervensi penanganan krisis air bersih akan terus diperluas ke daerah-daerah lain yang membutuhkan.

Dalam waktu dekat, beberapa proyek infrastruktur air bersih tambahan sudah masuk dalam peta kerja pemerintah daerah.

Di antaranya pembangunan menara air baru di Desa Kedungpengaron (Kecamatan Kejayan) dan Desa Watuprapat (Kecamatan Nguling).

Tak hanya itu, untuk mengatasi kekeringan di wilayah dataran tinggi pegunungan, Pemkab juga menyiapkan proyek pengadaan Bak Penampung raksasa berkapasitas 200 meter kubik di Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang.

“Adapun lokasi-lokasi baru tersebut, saat ini semua masih dalam tahap persiapan pengerjaan (pra-konstruksi). Kami optimistis proyek ini kelak bisa semakin menekan titik-titik rawan kekeringan di Kabupaten Pasuruan secara signifikan,” tegas Widya. [hil.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!