27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, July 29, 2026
spot_img

AIPNI Jatim Siap Sinkronkan Kurikulum Keperawatan Berstandar Internasional


Surabaya, Bhirawa – Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Regional IX Jawa Timur berkomitmen menyinkronkan kurikulum pendidikan keperawatan dengan standar internasional seiring perubahan regulasi pendidikan tinggi. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus dalam Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja AIPNI Regional IX Jawa Timur Periode 2026-2030 yang digelar pada 29-30 Juli 2026 di Southern Hotel Surabaya.

Komitmen tersebut mengemuka dalam arahan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., yang menegaskan pentingnya penguatan peran AIPNI sebagai motor perubahan dalam pengembangan pendidikan keperawatan di Indonesia.

Menurut Dyah, AIPNI harus menjadi agent of change dalam mengonstruksi kurikulum yang selaras dengan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) terbaru. Transformasi tersebut diperlukan agar mutu pendidikan tinggi keperawatan semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat global.

“Ini menjadi tonggak baru bagi AIPNI untuk menjadi agent of change dalam melakukan perubahan kurikulum agar sejalan dengan Permendiktisaintek yang baru. Jika dulu standarnya nasional, sekarang harus ditingkatkan ke standar internasional dengan memiliki karakter dan keunikan khusus,” ujarnya, Rabu (29/7).

Ia menambahkan, pendidikan kesehatan masih menjadi sektor prioritas sehingga kurikulum harus disusun sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan layanan kesehatan. Peran AIPNI dinilai sangat strategis untuk memastikan lulusan keperawatan memiliki kompetensi yang relevan serta siap menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas Indonesia.

Berita Terkait :  Fakultas Teknik Ubaya Luncurkan Peminatan Baru Renewable Energy

Pelantikan dan rapat kerja AIPNI Regional IX Jawa Timur mengusung tema “Bersinergi dalam Harmoni, Bergerak Bersama, Berdampak Nyata bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia.” Kegiatan ini menjadi forum penyatuan visi kepengurusan baru sekaligus penyusunan program kerja yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan keperawatan dan pembangunan kesehatan nasional.

Ketua AIPNI Regional IX Jawa Timur, Prof. Dr. M. Hasinuddin, S.Kep., Ns., M.Kep., menegaskan kepengurusan periode 2026-2030 berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, guna meningkatkan kualitas pendidikan tenaga kesehatan.

“Kita tidak bisa hanya berharap mendapatkan sesuatu dari organisasi, tetapi bagaimana kita membantu organisasi berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kami berkomitmen bersinergi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur agar perguruan tinggi mampu mencetak lulusan tenaga kesehatan yang berkontribusi bagi kesehatan di Jawa Timur maupun Indonesia,” kata Hasinuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., M.A.R.S., yang mewakili Gubernur Jawa Timur sekaligus membuka kegiatan, menekankan pentingnya lulusan keperawatan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Erwin juga mengapresiasi pelantikan dan rapat kerja AIPNI Regional IX Jawa Timur sebagai awal memperkuat sinergi dalam mencetak tenaga keperawatan yang berkualitas. “Kami memberikan apresiasi atas pelantikan dan rapat kerja Pengurus AIPNI Regional IX Jawa Timur. Semoga pengurus yang baru dapat mengemban amanah dengan baik dan terus berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Tugas kita hari ini adalah bagaimana mencetak tenaga kesehatan, khususnya perawat, yang bermutu, excellent, dan mampu mengimbangi dinamika perkembangan teknologi kesehatan, termasuk yang berbasis artificial intelligence (AI),” ujarnya.

Berita Terkait :  Polresta Mojokerto Gencarkan "Polantas Menyapa", Edukasi Tertib Lalu Lintas dan Antibullying di Sekolah

Menurut Erwin, tantangan penyediaan tenaga perawat saat ini bukan hanya soal jumlah lulusan, melainkan memastikan mutu pendidikan dan pemerataan distribusi tenaga kesehatan.

Ia menilai anggapan rumah sakit masih kekurangan perawat perlu dilihat secara lebih menyeluruh. “Pada prinsipnya, kekurangan tenaga perawat itu sifatnya relatif. Tugas kami bersama Kementerian Kesehatan adalah menata agar produksi lulusan sesuai kebutuhan, kemudian memastikan mutunya baik dan distribusinya merata. Jangan sampai tenaga perawat hanya berkumpul di kota-kota besar, sementara daerah terpencil yang sangat membutuhkan justru kekurangan,” katanya.

Ia menyebut Jawa Timur kini memiliki sekitar 70 ribu perawat dan secara umum jumlah tersebut relatif telah mencukupi kebutuhan. Namun, tantangan berikutnya adalah menjaga kesinambungan ketersediaan tenaga kesehatan di masa depan.

Selain itu, Erwin menegaskan peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan. “Saya tidak mengatakan perawat sekarang belum baik, justru mereka sudah baik. Namun mereka tidak boleh berhenti belajar. Baik dokter, perawat, bidan, maupun apoteker semuanya harus terus meng-update keilmuan. Kuncinya adalah memberikan akses terhadap pendidikan berkelanjutan agar kompetensinya terus meningkat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pendidikan keperawatan tidak hanya berorientasi pada layanan kuratif, tetapi mulai memperkuat aspek promotif dan preventif sebagai bagian dari strategi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui rapat kerja ini, AIPNI Regional IX Jawa Timur diharapkan mampu merumuskan program strategis yang mendorong transformasi kurikulum keperawatan menuju standar internasional, sekaligus menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan. [ina.wwn]

Berita Terkait :  IP UMM Bedah Transformasi Digital Berbasis AI

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!