Kota Kediri, Bhirawa. – Dinas Kesehatan Kota Kediri mulai mematangkan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 dengan menggelar sosialisasi kepada 170 peserta yang terdiri atas perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SD/MI se-Kota Kediri, Selasa (28/7).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya membangun sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua untuk menyukseskan pelaksanaan BIAS yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga November 2026.
“Kegiatan ini menjadi salah satu strategi kami untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Perwakilan sekolah diharapkan membantu pendataan sasaran, menyiapkan peserta, serta memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua mengenai pentingnya imunisasi,” ujarnya.
Pada pelaksanaan BIAS tahun ini, siswa akan memperoleh vaksin Difteri Tetanus (DT), Measles Rubella (MR), serta Human Papillomavirus (HPV). Khusus vaksin HPV diberikan kepada siswi sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim atau kanker serviks.
Hamida mengungkapkan, biaya vaksin HPV secara mandiri dapat mencapai jutaan rupiah. Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan program BIAS agar anak-anak yang memenuhi kriteria sasaran dapat memperoleh vaksin secara gratis.
Ia juga mengingatkan orang tua untuk memastikan anak dalam kondisi sehat serta mengisi formulir skrining kesehatan sebelum pelaksanaan imunisasi.
Sosialisasi turut menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri mengenai keamanan vaksin, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang memaparkan tata laksana pelaksanaan imunisasi di sekolah.
Guru PJOK SDN Gayam 1, Luhung Dian Arga, mengatakan pelaksanaan BIAS di sekolahnya selama ini berjalan baik dengan dukungan orang tua mencapai sekitar 80 hingga 90 persen. Menurutnya, komunikasi dengan wali murid menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program tersebut.
“Sebelum kegiatan dilaksanakan, pihak sekolah terlebih dahulu mengadakan koordinasi dan sosialisasi dengan perwakilan orang tua atau komite sekolah. Melalui pertemuan tersebut, sekolah menyampaikan rencana pelaksanaan imunisasi,” ungkap Luhung menambahkan.(van,nov.hel)



