28.9 C
Sidoarjo
Saturday, July 18, 2026
spot_img

Sapa Siswa dan Tinjau Fasilitas SRT 1 Banyuwangi, Gubernur Khofifah Dorong Pendidikan Berkualitas bagi Anak Pra Sejahtera di Jawa Timur

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Restu Novi Widiani di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi, Sabtu (18/7).

Pemprov, Bhirawa
Senyum para siswa menyambut kedatangan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026). Didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Restu Novi Widiani, Gubernur Khofifah meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat permanen tersebut sekaligus menyapa para siswa yang akan menempuh pendidikan dengan konsep boarding school.

Suasana hangat terasa sejak Gubernur Khofifah memasuki area sekolah. Ia menyapa para siswa satu per satu, berbincang, serta menyerahkan paket perlengkapan alat tulis, mukena, dan sarung. Dalam dialognya, Khofifah memberikan motivasi kepada para siswa SD, SMP, dan SMA agar semangat mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Salah seorang siswa, Debrian Nofal Rizky Al Ghony, mengaku senang dapat bertemu langsung dengan Gubernur Khofifah. Menurutnya, perhatian yang diberikan membuat dirinya semakin bersemangat untuk belajar dan meraih cita-cita. “Senang sekali bisa bertemu Ibu Gubernur. Tadi beliau berpesan supaya kami rajin belajar, disiplin, dan tidak mudah menyerah,” ungkapnya.

Kehangatan juga terlihat saat Gubernur Khofifah berinteraksi dengan para orang tua yang mengantarkan putra-putrinya ke SRT 1 Banyuwangi. Satu per satu ia menyapa mereka sembari berbincang mengenai kesiapan anak-anak menjalani pendidikan berasrama.

Sementara itu, Gubernur Khofifah mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan ikhtiar pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Kami ingin Sekolah Rakyat menjadi ruang yang memberi harapan, membangun karakter, sekaligus membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Berita Terkait :  Pemerintah Kabupaten Sumenep Siaga Bencana Kekeringan

Usai berdialog dengan para siswa, Gubernur Khofifah berkeliling meninjau berbagai fasilitas yang akan menjadi rumah kedua bagi mereka. Ia mengecek asrama, kamar tidur, ruang kelas, laboratorium hingga arena olahraga untuk memastikan seluruh sarana mampu mendukung proses belajar sekaligus pembinaan karakter selama para siswa tinggal di asrama.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Khofifah turut melihat langsung lapangan sepak bola berstandar internasional yang berada di kawasan SRT 1 Banyuwangi. Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga yang representatif menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi dan prestasi siswa di bidang olahraga.

Perlu diketahui, hingga kini Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat permanen terbanyak di Indonesia, yakni 18 Sekolah Rakyat permanen dari total 93 Sekolah Rakyat permanen secara nasional. Sementara pada tahun lalu, Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat rintisan terbanyak di Indonesia, yakni sebanyak 26 sekolah.

“Jawa Timur ini terbanyak memiliki Sekolah Rakyat baik yang di dalam proses perintisan maupun yang di dalam proses pelaksanaan secara permanen. Yang sudah permanen lahannya disiapkan oleh kabupaten dan kota, sedangkan pembiayaannya seluruhnya berasal dari APBN,” terangnya.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menilai pembangunan Sekolah Rakyat permanen merupakan investasi jangka panjang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Berita Terkait :  Pemprov Jatim Salurkan BLT Cukai Rp214 Juta untuk Buruh Pabrik Rokok di Madiun

“Kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan menggapai cita-citanya melalui fasilitas pendidikan yang semakin baik,” katanya.

Di Banyuwangi, dua Sekolah Rakyat rintisan, yakni SRT 2 Banyuwangi dan SRT 46 Banyuwangi, akan bergabung ke SRT 1 Banyuwangi yang berada di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Berdasarkan data per 17 Juli 2026, progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai 88,7 persen. Dalam waktu 12 hari ke depan, ditargetkan seluruh pengerjaan fisik selesai sehingga sekolah dapat difungsikan secara maksimal oleh para guru dan siswa.

Diketahui, SRT 1 Banyuwangi akan menampung 237 siswa yang terdiri atas 57 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, terdapat 24 siswa SD yang telah melanjutkan ke jenjang SMP eksisting sebagai bagian dari keberlanjutan program pendidikan.

“Pemprov Jatim memberikan dukungan, pertama melalui koordinasi dan jejaring relawan sosial. Dalam proses rekrutmen, kami melibatkan berbagai elemen, mulai pendamping PKH, TKSK, hingga tim relawan,” katanya.

Dengan dukungan fasilitas yang semakin lengkap, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus pembinaan karakter. rac. wwn

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!