Surabaya, Bhirawa – Meramaikan ajang Java Coffee and Flavors Fest(JCFF) 2026, Produk kopi asal Surabaya, Koffiku turut hadir dengan konsep kopi hitam instan tanpa gula dan tanpa ampas.
Founder Koffiku, Lidia Silvi Listio, mengungkapkan Acara JCFF sangat keren sekali karena mnggerakkan perekonomian terutama UMKM sekaligus mengumpulkan para penikmat kopi.
Sementara itu, bisnis yang dirintisnya lahir dari pengalaman pribadi sebagai penyandang diabetes yang tetap ingin menikmati kopi hitam tanpa harus khawatir terhadap kandungan gula.
“Kelebihan kopi kami tanpa gula dan sangat praktis diseduh karena tanpa ampas. Sangat cocok buat pekerja kantoran yang ingin ngopi praktis,” terangnya, Jumat (17/7).
Dengan mengusung gaya hidup sehat, UMKM yang berdiri sejak 2018 ini menargetkan penjualan sekitar Rp7 juta selama tiga hari penyelenggaraan festival.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Koffiku mengembangkan kopi hitam instan berbahan biji kopi pilihan Nusantara yang didominasi kopi asal Jawa dan Sumatra.
Melalui proses ekstraksi dan teknologi pengeringan khusus, produk ini menghasilkan kopi tanpa ampas dan tanpa tambahan gula sehingga lebih praktis diseduh.
“Kami ingin mengajak masyarakat memilih kopi hitam tanpa gula sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Harapannya bisa ikut menginspirasi masyarakat melalui kampanye mengurangi konsumsi gula dan menikmati kopi dengan cara yang lebih sehat,” jelas Lidia.
Saat ini Koffiku memiliki lima varian kopi hitam instan, yakni Robusta, Blend, Arabika, Arabika Gold, dan Robusta Agglomerated. Selain itu, tersedia pula enam varian kopi susu instan, yaitu Cappuccino, Almond Latte, Caramel Latte, Hazelnut Latte, Vanilla Latte, serta Kopi Susu 2 in 1, eluruh produk tersebut dibuat tanpa gula dan tanpa ampas.
Adapun keunggulan Koffiku, menurut Lidia produknya cocok bagi pekerja kantoran yang membutuhkan sajian kopi praktis, sekaligus menjadi pilihan bagi masyarakat yang sedang menjalani program diet, defisit kalori, maupun penderita diabetes yang ingin mengurangi konsumsi gula.
Meski merintis usaha sambil bekerja sebagai karyawan, Lidia terus mengembangkan Koffiku di bawah naungan CV Freysea Indo Citra yang berbasis di Surabaya.
Kini produknya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah dikirim ke Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang untuk memenuhi kebutuhan pasar diaspora Indonesia.
Perjalanan bisnis Koffiku juga diwarnai berbagai pencapaian. Di antaranya masuk 350 Besar UMKM Pertamina Skala Nasional 2024, 40 Besar Indonesian Food Innovation 2024, 150 Besar Pengusaha Muda BRILiaN 2025, serta 20 Besar Food Startup Indonesia 2025. Pada 2025, Koffiku juga mengikuti Trade Expo Indonesia dengan dukungan fasilitasi dari Pertamina.
Lidia menilai penyelenggaraan JCFF memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kopi, khususnya UMKM. Menurutnya, festival tersebut mampu mempertemukan produsen dengan komunitas penikmat kopi sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. [riq]


