Kediri, Bhirawa – Atlet panjat tebing nasional asal Kota Kediri, Putra Tri Ramadani, mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Kediri setelah sukses meraih medali emas pada World Climbing Series Praha 2026 di Republik Ceko dan medali perunggu pada World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis.
Apresiasi tersebut diberikan saat Putra diterima Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Balai Kota Kediri. Dalam kesempatan itu, Pemkot Kediri bersama KONI Kota Kediri menyerahkan bonus prestasi sebesar Rp10 juta sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilannya mengharumkan nama Indonesia dan Kota Kediri di ajang internasional.
“Luar biasa sekali prestasi Putra. Semoga semakin banyak atlet Kota Kediri yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional,” ujar Vinanda.
Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko mengatakan, keberhasilan Putra menjadi bukti pembinaan atlet melalui program Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) berjalan efektif. Menurutnya, program tersebut mampu melahirkan atlet berprestasi yang dapat bersaing mulai tingkat daerah hingga dunia.
“Program Puslatkot terbukti mampu melahirkan atlet yang berprestasi mulai dari Porprov, PON, hingga mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” kata Koko.
Koko berharap prestasi Putra menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Kota Kediri untuk terus berlatih dan mengejar prestasi setinggi mungkin.
Sementara itu, Putra mengaku belum ingin berpuas diri. Atlet yang kini menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surabaya itu langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi Asian Games 2026. Seusai pulang ke Kediri, ia dijadwalkan kembali menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Bekasi sebagai bagian dari persiapan menuju pesta olahraga Asia tersebut sekaligus membidik Olimpiade Los Angeles 2028.
“Target terdekat adalah Asian Games akhir September nanti. Setelah ini saya kembali menjalani Pelatnas di Bekasi. Target jangka panjang saya tentu bisa tampil di Olimpiade Los Angeles 2028,” ungkapnya.
Putra memperkirakan persaingan di Asian Games akan berlangsung ketat dengan kehadiran atlet-atlet kuat dari China, Jepang, dan Korea Selatan. Menurutnya, babak semifinal menjadi fase paling menantang karena tingkat kesulitan jalur yang lebih tinggi dibandingkan babak sebelumnya.
Di sela kepulangannya, Putra juga menyempatkan diri bertemu atlet-atlet muda panjat tebing Kota Kediri untuk berbagi pengalaman dan motivasi. Ia sekaligus berharap fasilitas latihan panjat tebing di Kota Kediri dapat segera diperbaiki, terutama dari aspek keamanan dan keselamatan.
“Faktor keamanan dan keselamatan harus benar-benar diperhatikan karena olahraga ini memiliki risiko tinggi. Harapan saya, fasilitas dinding panjat di Kota Kediri bisa diperbaiki agar atlet-atlet daerah semakin semangat berlatih,” ujarnya.
Menanggapi harapan tersebut, Wakil Sekretaris Umum KONI Kota Kediri Sri Wibowo memastikan peningkatan sarana latihan segera direalisasikan. Pihaknya telah memesan papan fiber untuk mengganti 11 panel papan lead yang selama ini masih menggunakan bahan kayu sehingga fasilitas latihan menjadi lebih aman dan memenuhi standar pembinaan atlet.
Pembenahan fasilitas itu diharapkan semakin memperkuat pembinaan panjat tebing di Kota Kediri dan mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. [van.nov.kt]


