27.8 C
Sidoarjo
Thursday, July 16, 2026
spot_img

Sastra Saraswati Sewana Yatra di Tegowangi, Bupati Kediri Tekankan Pentingnya Toleransi

Pemkab Kediri, Bhirawa. – Pagelaran budaya dan spiritual Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026 di pelataran Candi Tegowangi, Kabupaten Kediri, Rabu (15/7) malam, menjadi ruang perjumpaan lintas budaya dan agama.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang hadir dalam kegiatan itu menilai pelestarian budaya dapat menjadi sarana memperkuat toleransi di tengah masyarakat.

Sastra Saraswati Sewana Yatra merupakan perjalanan budaya yang menghubungkan lima titik suci di Pulau Jawa sebagai bentuk pasabhan atau pertemuan kebudayaan Jawa dan Bali.

Sebelum singgah di Candi Tegowangi, rombongan lebih dahulu menggelar pertunjukan di Banyuwangi dan Kota Batu, Malang. Di setiap lokasi ditampilkan dua pertunjukan, yakni Topeng Sakral Sri Aji Dalem Jawi dan Wayang Wong Tantri Nandaka Harana.

Keduanya mengangkat nilai-nilai spiritual sekaligus pesan moral yang diwariskan para leluhur. Bupati Hanindhito mengatakan Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama.

“Tentunya ini bagian dari menjaga toleransi antar umat beragama,” ujarnya.

Menurutnya, Candi Tegowangi tidak hanya menjadi situs bersejarah, tetapi juga ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam pagelaran itu menunjukkan semangat pluralisme yang terus terjaga di Kabupaten Kediri.

“Pada malam hari ini pluralisme itu hadir betul di Kabupaten Kediri ini,” tambahnya.

Berita Terkait :  Wali Kota Mojokerto Pukul Gong Tanda Dimulainya Program Budaya RT Berseri

Selain menyuguhkan pertunjukan seni, Sastra Saraswati Sewana Yatra juga menyampaikan pesan-pesan kehidupan. Topeng Sakral Sri Aji Dalem Jawi menggambarkan semangat persatuan Nusantara, sedangkan Wayang Wong Tantri Nandaka Harana mengajarkan nilai kebijaksanaan, kepemimpinan, keberanian, dan kemenangan dharma atas adharma.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Candi Tegowangi memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat peradaban dan spiritual yang menyimpan warisan ajaran leluhur.

“Titik ini bukan hanya menjadi tempat yang biasa tetapi adalah titik spiritual peradaban yang sangat penting,” terangnya.

Ari menambahkan, relief dan kisah Kidung Sudamala yang terdapat di Candi Tegowangi menjadi sumber cerita yang hingga kini masih hidup dan kerap dipentaskan dalam tradisi seni di Bali.

“Cerita Sudamala ternyata bersumber dari apa yang tergambar di candi ini,” tandasnya. [van.nov.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!