27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, July 15, 2026
spot_img

Terapkan Teknologi Filtrasi Air dan Monitoring TDS Otomatis di Greenhouse Yalim Farm


Gresik, Bhirawa – Dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas budidaya hortikultura berbasis teknologi, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program “Penerapan Teknologi Filtrasi Air dan Monitoring Total Dissolved Solids (TDS) Otomatis di Greenhouse Yalim Farm” yang berlokasi di Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Program ini ditujukan kepada pengelola Greenhouse Yalim Farm sebagai bentuk implementasi teknologi tepat guna dalam meningkatkan kualitas pengelolaan air irigasi dan nutrisi tanaman.

Anggota Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 4 Untag Surabaya Nuruddin Effendi Hidayatullah, Devan Prastya Achmad, Ludfi, Lulu Naysilla Hariani menyampaikan materi mengenai pentingnya kualitas air dalam sistem budidaya tanaman, khususnya pada greenhouse yang memerlukan pengelolaan nutrisi secara tepat. Air yang digunakan dalam proses budidaya harus memiliki kualitas yang baik agar penyerapan unsur hara oleh tanaman dapat berlangsung secara optimal. Oleh karena itu, tim KKN memperkenalkan teknologi filtrasi air sebagai solusi untuk mengurangi kandungan partikel dan kotoran yang berpotensi mengganggu sistem irigasi maupun pertumbuhan tanaman.

Selain penerapan sistem filtrasi, tim KKN juga mengimplementasikan sistem monitoring Total Dissolved Solids (TDS) otomatis yang berfungsi untuk memantau konsentrasi zat terlarut dalam air secara real time. Teknologi ini memungkinkan pengelola Greenhouse Yalim Farm memperoleh informasi kondisi air dengan lebih cepat dan akurat sehingga proses pengaturan nutrisi dapat dilakukan secara lebih efisien. Monitoring otomatis juga membantu meminimalkan kesalahan pengukuran yang umumnya terjadi pada metode manual serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Berita Terkait :  Cegah Peredaran Narkoba di Kalangan Pelajar, Polres Pasuruan Kota Gandeng Tiga Dinas Pemkot Pasuruan

Selama kegiatan berlangsung, pengelola Greenhouse Yalim Farm memperoleh pelatihan mengenai cara pengoperasian sistem, pembacaan data hasil monitoring, serta prosedur perawatan perangkat filtrasi dan sensor TDS. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan berdiskusi mengenai penerapan teknologi tersebut dalam kegiatan budidaya sehari-hari serta potensi pengembangannya pada sistem pertanian modern.

Melalui penerapan teknologi filtrasi air dan monitoring TDS otomatis ini, diharapkan kualitas air yang digunakan dalam proses budidaya dapat terjaga secara berkelanjutan sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal. Selain meningkatkan efisiensi pengelolaan nutrisi, teknologi ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen, mengurangi risiko kerusakan tanaman akibat kualitas air yang kurang baik, serta memperkuat penerapan konsep pertanian presisi di Greenhouse Yalim Farm.

Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan inovasi teknologi dengan kebutuhan sektor pertanian modern. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha pertanian, diharapkan tercipta sistem budidaya yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Keberadaan teknologi filtrasi air dan monitoring TDS otomatis di Greenhouse Yalim Farm diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan daya saing pertanian lokal sekaligus mendukung pengembangan pertanian berbasis digital di Desa Sukorejo. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!